PERUBAHAN KARAKTER FISIOLOGI DAN SENYAWA SEKUNDER JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) DI INDONESIA : Warta balittro Vol. 33 No. 65 tahun 2016

No Thumbnail Available
Date
2016-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Nigella sativa L. yang dikenal adalah tanaman obat yang berasal dari daerah Asia Barat dan Mediterania yang beriklim subtropis. Di daerah beriklim tropis tanaman jintan hitam mampu tumbuh sampai dengan memproduksi biji yaitu di Kebun Percobaan Manoko, Lembang, Jawa Barat, yang terletak pada ketinggian tempat 1.301,5 meter dpl, jenis tanah andisol, suhu dan kelembaban rata-rata 15-27° C dan 71-96%, dengan curah hujan 2.616 mm/tahun. Karakter fisiologi seperti, kehijauan daun, kerapatan stomata, klorofil a, klorofil b, dan total klorofil semakin meningkat seiring bertambahnya umur tanaman sampai 11 minggu setelah semai (MSS). Senyawa sekunder yang tertinggi pada asam lemak biji jintan hitam adalah asam lenoleat (36,00%), sedangkan pada minyak atsirinya adalah thymoquinone (0,063%). Jintan hitam yang tumbuh di Indonesia kandungan klorofilnya tidak jauh berbeda, bahkan ada yang lebih tinggi sedangkan thymoquinonenya 2-4 kali lebih rendah dan asam leoleatnya 1,5-1,9 kali lebih rendah dibandingkan dengan di iklim subtropis.
Description
Keywords
Citation
Collections