Inovasi Teknologi Mendukung Produktivitas Padi di Luar Musim Tanam (Off Season) Lahan Rawa Pasang Surut Provinsi Jambi

dc.contributor.authorJumakir
dc.contributor.authorTakdir M
dc.contributor.authorBobihoe, Julistia
dc.date.accessioned2026-02-15T08:19:46Z
dc.date.available2026-02-15T08:19:46Z
dc.date.issued2018-12-01
dc.description15 p.; tab.
dc.description.abstractAbstrak Lahan pasang surut mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian berbasis tanaman pangan dalam menunjang ketahanan pangan nasional. Provinsi Jambi diperkirakan memiliki lahan rawa seluas 684.000 ha atau sekitar 12 persen dari luas wilayahnya. Umumnya petani dilahan pasang surut tanam padi hanya satu kali dalam setahun yaitu pada musim hujan sedangkan musim kemarau (off season) tidak tanam padi dengan pola tanam padi – bera. Tujuan tulisan ini adalah adalah menginformasikan terjadi peningkatan produktivitas padi off season melalui inovasi teknologi dengan pendekatan PTT dan teknologi Hazton di lahan rawa pasang surut. Inovasi teknologi dengan pendekatan PTT dan teknologi Hazton memberikan hasil cukup tinggi. Inovasi teknologi dengan pendekatan PTT mampu meningkatkan hasil padi sebesar 41,86 persen sedangkan teknologi Hazton sebesar 25,58 persen dibandingkan cara petani. Peluang peningkatan produksi padi di lahan pasang surut memiliki potensi dan prospek yang baik karena didukung oleh ketersediaan teknologi, sumber daya manusia dan lahan serta agroekosistem yang cocok. Inovasi teknologi Hazton mempunyai prospek pada lahan rawa pasang surut dengan tipe luapan air A/B dengan tipologi lahan potensial/sulfat masam. Abstract Tidal swamp land has considerable potential to be developed into crop-based agricultural land in support of national food security. Jambi Province is estimated to have a swamp area of 684,000 ha or about 12 percent of the total area. Generally, farmers in tidal rice planting area only once a year in the rainy season while the dry season (off season) not planting rice with rice-fallow pattern. The purpose of this paper is to inform increasing rice off season productivity through technological innovation with ICM and Hazton technology in tidal swamp land. Technological innovation with ICM approach and Hazton technology gives a high yield. Technological innovation with ICM approach can increase rice yield by 41.86 percent while Hazton technology is 25.58 percent compared to farmer’s way. Opportunities to increase rice production in tidal areas have good potential and prospects as they are supported by the availability of technology, human and land resources and suitable agroecosystems. Hazton’s technological innovations have prospects for tidal swamps land with the A/B waterflow type with sulphate potential/sulphate land typology.
dc.identifier.isbn978-979-540-113-1
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/27658
dc.language.isoid
dc.publisherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi
dc.titleInovasi Teknologi Mendukung Produktivitas Padi di Luar Musim Tanam (Off Season) Lahan Rawa Pasang Surut Provinsi Jambi
dc.title.alternativeProsiding Seminar Nasional 2017: Dukungan Inovasi Teknologi Padi Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia. Buku 1
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
17INOV~1.PDF
Size:
333.24 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: