Pengeolaan Kesuburan Tanah dan Inovasi Pupuk Untuk Mendukung Pertanian Organik 1-14

No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Sistem pertanian organik adalah pembangunan pertanian yang didekati dengan sustainable agricultural development at low productivity, dimana input yang dipergunakan bersifat alami tidak mengijinkan penggunaan pupuk, pestisida kimia sintetis, serta rekayasa genetika untuk bibitnya. Pengembangan sistem ini sesuai untuk tanah dengan tingkat kesuburan sedang hingga tinggi, karena bila berkesuburan rendah untuk membangun dan mempertahankan pada tingkat kesuburan tanah minimal sedang dibutuhkan input yang tidak sedikit dan waktu yang cukup lama. Mengingat keberlangsungan sistem pertanian organik tergantung kepada keseimbangan hara, yang memperhatikan berapa input yang masuk dan keluar agar produktivitas tanah dan tanaman dicapai pada produktivitas optimun dengan input alami. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sejak 2003 telah melakukan penelitian berkaitan dengan rekomendasi takaran pupuk organik yang optimum, bahan pengkaya sumber hara pelengkap, pengelolaan bahan organik yang sustain, penggunaan pupuk hayati dan dekomposer, serta inovasi produk pupuk dan pembenah tanah mendukung sistem pertanian organik. Keberlangsungan pertanian organik pada lahan sayuran dataran tinggi telah pula dimonitor dengan mengukur aktivitas mikroba (C-mic, N-mic, respirasi), jumlah populasi mikroba, kadar enzym dan juga fauna tanah sebagai indikator kesehatan tanah. Dapat dinyatakan bahwa sistem pertanian organik adalah sistem yang memperhatikan pengelolaan secara holistik, dengan input yang termonitor, produk yang sehat serta kelestarian sumberdaya lahan yang terjaga. Kata kunci: Pertanian organik, keseimbangan hara, produk sehat, input, output
Description
Keywords
Citation