Potensi, Kendala dan Peluang Pengembangan Teknologi Budi Daya Padi di Lahan Rawa Pasang Surut

No Thumbnail Available
Date
2008-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak Lahan rawa pasang surut merupakan salah satu agroekosistem suboptimal yang memiliki potensi amat besar untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di tengah semakin menyempitnya lahan sawah irigasi akibat alih fungsi lahan. Namun, pemanfaatannya untuk budi daya padi dihadapkan pada berbagai kendala biofisik dan kimia tanah yang kompleks, seperti kemasaman tanah yang tinggi (pH rendah), potensi racun besi (Fe) dan alumunium (Al), keberadaan lapisan pirit yang dangkal, fluktuasi tata air, serta efisiensi pemupukan yang rendah. Artikel ini bertujuan untuk mengulas potensi lahan, memetakan kendala utama, serta merumuskan peluang dan strategi pengembangan teknologi budi daya padi di lahan rawa pasang surut secara berkelanjutan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelusuran pustaka dan sintesis hasil-hasil penelitian budi daya padi pada ekosistem rawa. Hasil ulasan menunjukkan bahwa peluang peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) dapat dicapai melalui penerapan paket inovasi teknologi terpadu. Inovasi kunci tersebut mencakup: (1) tata kelola air mikro melalui sistem tata air satu arah dan polder, (2) ameliorasi tanah (pengapuran dan pemanfaatan bahan organik) untuk meningkatkan pH tanah, (3) penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi adaptif lahan rawa yang toleran terhadap genangan dan kekeringan serta keracunan Fe, dan (4) pemupukan berimbang spesifik lokasi. Penerapan teknologi budi daya terpadu ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani secara signifikan di lahan rawa pasang surut. Keberhasilan diseminasi teknologi ini memerlukan dukungan infrastruktur jaringan irigasi, kelembagaan tani yang kuat, serta pendampingan teknis secara berkelanjutan. Abstract Tidal swamp land represents a strategic sub-optimal agroecosystem with significant potential to support national food security, mitigating the continuous conversion of irrigated rice fields. However, rice cultivation in this environment faces complex biophysical and soil chemical constraints, including high soil acidity (low pH), iron (Fe) and aluminum (Al) toxicity, shallow pyrite layers, fluctuating water regimes, and low nutrient retention. This paper reviews the land potential, identifies key constraints, and outlines opportunities and strategies for sustainable rice cultivation technology in tidal swamp areas. The review employs a descriptive-qualitative approach synthesizing secondary data and empirical research on swamp agriculture. Findings indicate that enhancing rice productivity and cropping intensity (CI) can be achieved through integrated technological packages. Key innovations include: (1) micro-water management via one-way waterflow and polder systems, (2) soil amelioration (liming and organic matter application) to increase soil pH, (3) the deployment of stress-tolerant High Yielding Varieties (HYVs) resilient to Fe toxicity and submergence, and (4) site-specific balanced fertilization. Implementing these integrated management packages has been demonstrated to significantly increase both rice yields and farmers' incomes. Sustainable technology adoption requires robust support from irrigation infrastructure development, strong institutional extension services, and continuous technical guidance.
Description
22 p.; ills.; tab.
Keywords
Citation