Studi Beberapa Inang Hama Tungau (Tetranychus SP.) Asal Tanaman Mentha SP.
| dc.contributor.author | Deciyanto S., I.M. Trisawa dan R.R. Adriani | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-25T06:21:00Z | |
| dc.date.available | 2026-03-25T06:21:00Z | |
| dc.date.issued | 1991-10 | |
| dc.description.abstract | Penelitian dilakukan di laboratorium dan rumah kaca Kelti Hama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, dengan tujuan untuk mengetahui beberapa inang lain tungau (Tetranychus sp.) selain tanaman Mentha sp. Tanaman yang dicobakan adalah M. piperita, Rosa sp., Hibiscus rosa-sinensis, Angelica acutiloba, Jasminum sp., Ixora sp., Ricinus communis dan Solanum lycopersicum. Tungau diinokulasikan pada daun tanaman uji. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan delapan perlakuan dan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman A. acutiloba dan R. communis merupakan inang yang terbaik dan merupakan inang utama, sedangkan tanaman uji lainnya termasuk Mentha sp. merupakan inang lainnya. Pada kedua tanaman ini tungau memiliki ukuran diameter telur, ukuran tubuh larva, nimfa, dan imago yang lebih besar dibanding inang lainnya. Inang terburuk yaitu tanaman Ixora sp. Hal ini tampak dari rata-rata siklus hidup pada delapan tanaman yang diuji berkisar antara 13.2 - 18.6 hari dengan siklus hidup terpanjang pada tanaman Ixora sp. dan terpendek pada tanaman A. acutiloba. Keperidian tertinggi terjadi pada tungau yang hidup pada tanaman A. acutiloba dan terendah pada tanaman Ixora sp. Sedangkan pertumbuhan populasi yang paling besar pada tanaman A. acutiloba dan paling kecil pada tanaman Ixora sp. | |
| dc.identifier.issn | 0216-9657 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/28869 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri | |
| dc.title | Studi Beberapa Inang Hama Tungau (Tetranychus SP.) Asal Tanaman Mentha SP. | |
| dc.type | Article |