Walang Sangit, Kepinding Tanah, Hama Putih, Hama Putih Palsu, Ulat Grayak, dan Lalat Hidrelia
| dc.contributor.author | Hendarsih Suharto | |
| dc.contributor.author | Sri Suharni Siwi | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-20T15:42:49Z | |
| dc.date.available | 2026-07-20T15:42:49Z | |
| dc.date.issued | 1991 | |
| dc.description.abstract | Selain hama utama seperti wereng coklat dan penggerek batang, masih banyak jenis serangga yang merusak tanaman padi. Namun karena ekologinya belum terganggu, populasi serangga tersebut tidak meningkat sehingga kerusakan yang ditimbulkannya pun belum begitu merugikan. Beberapa jenis serangga yang merupakan ancaman sporadik pada beberapa daerah antara lain adalah walang sangit, kepinding tanah, ulat grayak, hama putih, hama putih palsu, dan dan lalat hidrelia. Di Indonesia, dibandingkan dengan luas tanaman yang terserang tikus (125.223 ha dengan intensitas 17,1%), luas areal yang terserang keenam jenis serangga ini lebih rendah. Namun jika dibandingkan dengan serangan penggerek batang (75.736 ha dengan intensitas 11,1%) atau wereng coklat (31.127 ha dengan intensitas 14,4%), luas tanaman yang terserang lebih besar yaitu 116.340 ha dengan intensitas antara 11,6 sampai 17,5% (2). | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30359 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan | |
| dc.title | Walang Sangit, Kepinding Tanah, Hama Putih, Hama Putih Palsu, Ulat Grayak, dan Lalat Hidrelia | |
| dc.type | Article |