Sumberdaya Rawa Indonesia dalam Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan
Loading...
Date
1991
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukarami
Abstract
Di awal kebijakan pengcmbagan rawa, pemerintah mencanangkan Satu tujuan yaitu peman- faatan sumberdaya alam bagi produksi bahan pangam perkembangan selanjutnya menem- patkan proyck pcngcmbangan daerah rawa yang makin serbaguna. KeserbÄgunaannya dapat dipilah dalam aspek: (1) produksi pertanian, (2) transmigrasi, (3) pengembangan wilayah, dan (4) Hankamnas, yang berkaitan dengan pengembangÄn pertahanan garis luar. Kawasan rawa Indonesia diperkirakan seluas 39,4 juta hektar, sebagian besar tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya. Pengalaman selama empat Pelita p&tama menunjukkan babwa sumberdaya rawa cukup potcnsial. Di bebcrapa wilayah, Riau, Sumatera Selatan, Kabupaten Merauke-Irian Jaya, Kabupaten Pesisir Selatan-Sumatera Barat,dan beberapa kawasan di Kalimantan, kedudukan rawa bahkan sangat penting karena merupakan sumberdaya lahan utama untuk pengembangan pertanian dan wilayah masa depan. Menurut Direktorat Rawa Dirjen Pengairan PU (1984), dari39,4 juta hektar daerah rawa di Indonesia, hanya juta hektar yang sesuai untuk usaha pertanian. Hingga saat ini, 1,2 juta hektar diantaranya telah dimanfaatkan. Pada kawasan rawa ditemukan dua jenis lahan yang luas sebafannya, yaitu gambut dan sulfat masam. Kedua jenis lahan ini dianggap marginal, karena memiliki beberapa kendala biofisik yang sukar diatasi. Kendala tersebut menyebabkan penggunaannya tidak saja berakibat jelek terhadap lahan itu sendiri, tetapi juga pada lingkungannya terutama perairan dihilirnya (Widjaya Adhi, Meskipun demikian, temuan-temuan penelitian telah bcrhasil mengantisipasi sebagian kendala tersebut melalui perbaikan teknik ameliorasi lahan, serta penemuan komoditas dan varietas tenwlng terhadap agro-ekosistem rawa