Preferensi Industri Tahu dan Tempe terhadap Ukuran dan Warna Biji Kedelai
| dc.contributor.author | Ruly Krisdiana | |
| dc.date.accessioned | 2025-09-08T00:44:48Z | |
| dc.date.available | 2025-09-08T00:44:48Z | |
| dc.date.issued | 2007-12-16 | |
| dc.description | Dalam nomor ini buletin Iptek Tanaman Pangan terbit dengan 10 artikel, dua di antaranya ditulis oleh peneliti senior Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Untuk nomor-nomor berikutnya saya berharap buletin Iptek Tanaman Pangan terbit dengan tulisan yang mampu menjawab berbagai isu terkini pertanian tanaman pangan. Oleh karena itu saya mengajak para peneliti, terutama di unit-unit kerja penelitian lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, untuk menulis artikel dengan substansi yang terkait dengan upaya peningkatan produksi dan ketahanan pangan, keberlanjutan usaha pertanian, pertanian ekologis, dan peningkatan pendapatan petani | |
| dc.description.abstract | Ukuran dan warna biji kedelai varietas unggul yang telah dilepas sangat beragam, sedangkan penggunaan terbanyak dalam industri olahan adalah untuk tahu dan tempe yang proses pengolahannya relatif sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi pengguna (permintaan pasar) dan respon industri tahu dan tempe terhadap beberapa varietas unggul kedelai. Penelitian dilaksana- kan di sentra produksi dan industri olahan kedelai di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Klaten, Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, Solo, Karanganyar, Boyolali, Grobogan, Blora, dan Pati. Pada setiap kabupaten diambil lima industri tahu dan tempe. Penelitian menggunakan metode survei dan sampel biji kedelai dibuat tahu dan tempe. Pada masing-masing industri tersebut ditunjukkan beberapa contoh varietas unggul kedelai dengan karakteristik biji sedang dan biji besar untuk dikaji dan dipilih sebagai bahan baku industri berdasarkan preferensi produk olahan. Untuk industri tahu, kedelai yang diinginkan sebagian besar berwarna kuning dan sebagian kecil berwarna hijau, ukuran biji baik besar, sedang maupun kecil, dan berkulit tipis. Varietas unggul yang dipilih adalah Argomulyo. Untuk industri tempe, kedelai yang lebih disukai adalah yang berwarna kuning, ukuran biji besar dan berkulit tipis, varietas unggul yang dipilih adalah Burangrang. Varietas unggul kedelai dengan kualitas biji bagus, dapat diterima oleh industri tahu dan tempe. K edelai merupakan bahan pangan masyarakat Indonesia sejak lebih dari 200 tahun. Keterampilan mengolah kedelai menghasilkan aneka ragam makanan dan hasil olahan digemari dan diakui sebagai makanan tradisional yang bernilai gizi tinggi oleh dunia internasional (Hermana 1985). Winarno (1985) memandang bahwa kedelai merupakan sumber bahan pangan masa depan yang penting, karena memiliki daya guna yang luas, bergizi tinggi, dan menghasilkan zat-zat antioksidan. Krisdiana dan Heriyanto (2000) mengungkapkan bahwa preferensi penggunaan kedelai untuk berbagai industri pangan olahan relatif berbeda. Industri tahu menginginkan kedelai berukuran sedang hingga besar, berkadar pati tinggi, berwarna kuning, dan berkulit tipis. Industri susu kedelai membutuh- kan kedelai berukuran kecil hingga besar, kadar pati tinggi, dan diharapkan baru dipanen | |
| dc.identifier.issn | 1907-4263 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/26073 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan | |
| dc.relation.ispartofseries | Volume 2; No 1 | |
| dc.title | Preferensi Industri Tahu dan Tempe terhadap Ukuran dan Warna Biji Kedelai | |
| dc.type | Article |