Dampak Pestisida Terhadap Kesehatan 15-24
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Pestisida sangat berguna di berbagai bidang kegiatan manusia, khususnya di bidang pertanian untuk menjamin ketersediaan pangan. Namun, pestisida juga berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Pestisida tergolong sebagai endocrine disrupting chemicals (EDCs), yaitu bahan kimia yang dapat mengganggu sintesis, sekresi, transport, metabolisme, pengikatan dan eliminasi hormon-hormon dalam tubuh, salah satunya hormon tiroid. Penelitian di Kabupaten Brebes mendapatkan tingginya prevalensi gondok (67,9%), hipotiroidisme (33,3%) dan gangguan pertumbuhan tulang (54,0%) pada siswa SD; prestasi belajar siswa dengan gondok lebih rendah dibanding siswa tanpa gondok; dan 57,1% siswa terdeteksi adanya metabolit pestisida dalam urin. Penelitian di Kabupaten Brebes juga membuktikan bahwa pajanan pestisida merupakan faktor risiko kejadian hipotiroidisme pada wanita usia subur (OR=3,3) dan kejadian gondok pada anak (OR=6,8). Penelitian di kota Batu menunjukkan prevalensi hipotiroidisme pada anak balita di daerah pajanan pestisida sebesar 36,4%, dan anak balita yang tinggal di daerah pajanan pestisida mempunyai risiko 2,1 kali untuk menderita hipotiroidisme dibanding anak di daerah non-pajanan. Prevalensi stunting di daerah pajanan (33,3%) lebih tinggi dibanding di daerah non-pajanan (17,5%). Hasil pemeriksaan lingkungan menunjukkan 85,0% sampel air dan semua sampel tanah positif mengandung residu pestisida. Beberapa penelitian di luar negeri membuktikan bahwa pajanan pestisida pada ibu hamil berpengaruh terhadap kualitas tumbuh-kembang anak yang dilahirkan. Penggunaan pestisida di daerah pertanian mengancam kualitas sumberdaya manusia Indonesia di masa mendatang, sehingga diperlukan upaya pencegahan antara lain dengan melakukan evaluasi kembali tentang peredaran/perdagangan maupun penggunaan pestisida khususnya di bidang pertanian.
Kata kunci: pestisida, endocrine disrupting chemicals, hipotiroidisme, gondok, tumbuh-kembang anak