KEEFEKTIFAN PIRETRUM, MIMBA, Beauveria bassiana, DAN Metarhizium anisopliae TERHADAP WERENG COKLAT (Nilaparva lugens Stal.): Volume 30, Nomor 1, Mei 2019
No Thumbnail Available
Date
2019-05-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Wereng coklat merupakan masalah dalam budidaya padi mengakibatkan gagal panen. Pengendalian dengan insektisida sintetis berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan insektisida nabati (piretrum dan mimba) dan insektisida
hayati (Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae) terhadap wereng coklat. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Entomologi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor tahun 2017. Penelitian terdiri atas 2 kegiatan yaitu efektifitas insektisida nabati dan hayati terhadap mortalitas wereng coklat dan penularan insektisida hayati secara horizontal. Formula insektisida nabati yang diuji adalah
(1) piretrum I (5 ml.l¹ air ), (2) piretrum II (5 ml.l¹ air), (3) mimba I (20 ml.l¹ air), (4) mimba II (20 ml.l¹ air), (5) insektisida sintetis (karbosulfan) (2 ml.11¹ air) dan (6) kontrol (air). Perlakuan insektisida hayati yang diuji adalah (1) Bb (semprot, 2,5ml/tanaman), (2 Bb (granul, 5 g/pot), (3) Ma (semprot, 2,5 ml/tanaman), (4) Ma(granul, 5 g/pot) dan (5) kontrol. Perlakuan daya tular horizontal terdiri atas perbandingan wereng terinfeksi: sehat yaitu 1: 10; 2: 10; 3: 10; 4: 10. Insektisida nabati piretrum dan mimba dapat menekan populasi wereng coklat berturut turut 85- 87% dan 60-70 %. B. bassiana mampu menekan populasi wereng sekitar 18,2%, lebih baik dari M. anisopliae (5,6%). Aplikasi dengan penyemprotan lebih baik dari bentuk granul. Penggunaan insektisida hayati tidak menunjukkan daya tular horizontal pada wereng sehat. Insektisida nabati (piretrum dan mimba) lebih prospektif dalam mengendalikan wereng coklat daripada insektisida hayati (B. bassiana dan M. anisopliae).