Karakteristik dan Pola Kekerabatan Plasma Nutfah Padi Pasang Surut di Kalimantan Barat

Abstract
Abstrak Padi lokal merupakan alternatif varietas yang masih dibudidayakan oleh petani di lahan pasang surut dan umumnya ditanam satu kali setahun. Petani masih menanam padi lokal karena adaptif dengan kondisi biofisik lahan, serta perubahan iklim setempat. Keanekaragaman genetik padi lokal perlu dipertahankan agar selalu tersedia bahan untuk pengembangan bahkan untuk perakitan varietas unggul spesifik lokasi. Untuk memanfaatkan padi lokal sebagai tetua dalam persilangan, pemulia memerlukan data karakteristiknya sehingga program pemuliaan dapat dicapai secara efektif dan efisien Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi dan melihat pola kekerabatan dari plasma nutfah padi lokal pasang surut di Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis, meliputi eksplorasi, karakterisasi, penyusunan pertelaan, penyusunan kunci identifikasi, serta analisis kekerabatan. Eksplorasi dilakukan dengan mengumpulkan sampel kultivar padi ketan lokal yang terdapat di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Mempawah. Plasma nutfah padi lokal pasang surut yang diperoleh selanjutnya di karakterisasi. Setiap kultivar diamati ciri morfologinya (karakteristik pada batang, daun, bunga, gabah, dan beras). Data dianalisis dengan cluster observations. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabilitas di antara sumber daya genetik padi lokal pasang surut yang diamati, baik dilihat dari karakter golongan, habitus, lidah daun, telinga daun, permukaan daun, diameter batang, jumlah anakan, tinggi tanaman, malai, dan bobot 1000 butir gabah isi. Sumber daya genetik padi lokal pasang surut di Kalimantan Barat terbagi menjadi beberapa golongan berdasarkan karakter golongan, habitus, warna leher daun, permukaan daun, tinggi tanaman, jumlah gabah isi per malai dan berat 1000 butir gabah isi. Abstract Local rice varieties are an alternative that is still cultivated by farmers in the tidal swamp area and are generally planted once a year. Local farmers still plant rice because of adaptive biophysical conditions, and changes in the local climate. Local rice genetic diversity should be maintained to always available materials for assembly development even for specific varieties. To take advantage of local rice as a parent in crosses, breeders need to get data characteristics so that the breeding program can be achieved effective and efficient purpose of this study was to characterize and see kinship patterns of local rice germplasm low tidal swamp in West Kalimantan. The method used in this research is descriptive qualitative method of analysis, including exploration, characterization, preparation of descriptions, preparation of identification keys, as well as the analysis of kinship. Exploration is done by collecting samples of local glutinous rice cultivars contained in Kubu Raya, Sambas, and Mempawah Regency. Local rice germplasm tidal swamps were then in characterization. Each cultivar was observed characteristics of its morphology (characteristics on stems, leaves, flowers, grain, and rice). Data was analyzed by cluster observations. The results showed that there was variability among genetic resources of local rice tidal observed, in terms of character class, habitus, aloe leaf, ear leaf, the leaf surface, stem diameter, number of tillers, plant height, panicle and 1000 grain weight of filled grain , Local rice genetic resources tidal swamp in West Kalimantan is divided into several groups based on the character class, habitus, neck leaf color, leaf surface, plant height, number of filled grain per panicle and weight of 1000 grains contents.
Description
15 p.; ills.; tab.
Keywords
Citation