Teknik Pembuahan Anggur Impor
| dc.contributor.author | Abdul Wahid | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-19T03:36:04Z | |
| dc.date.available | 2026-07-19T03:36:04Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-18 | |
| dc.description | Teknik pembuahan anggur impor merupakan teknologi budidaya untuk merangsang tanaman memasuki fase generatif melalui perlakuan pruning (pemangkasan produksi) atau potes pucuk yang didukung dengan pemupukan generatif, Axel Break, dan stress air. Teknologi ini bertujuan mengatasi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan sehingga tanaman mampu berbunga dan berbuah secara seragam serta meningkatkan produktivitas di daerah tropis. | |
| dc.description.abstract | Teknik Pembuahan pada Tanaman Anggur Impor di Daerah TropisTanaman anggur (Vitis vinifera) merupakan tumbuhan perdu berkayu merambat yang memiliki kecenderungan pertumbuhan vegetatif kontinu apabila dibiarkan tanpa perlakuan khusus, sehingga menghambat fase generatifnya. Artikel ini bertujuan untuk mengulas dua metode utama inisiasi pembungaan pada anggur di daerah tropis, yaitu metode potes pucuk dan metode pruning (pemangkasan produksi), serta tahapan manajemen pemeliharaan prapemangkasan hingga pascaproduksi. Potes pucuk dilakukan dengan memotong 3–5 cm ujung pucuk aktif tanaman sehat dan menyisakan 10–15 helai daun untuk mengalihkan hasil fotosintesis ke pembentukan bunga. Sementara itu, metode pruning diaplikasikan dengan memangkas cabang produksi matang (berwarna cokelat dengan diameter minimal sebesar rokok) dan menyisakan 2–5 mata tunas dari pangkal guna mematahkan dominansi apikal. Keberhasilan kedua teknik ini didukung oleh tiga tahapan persiapan krusial prapemangkasan: pemupukan generatif tinggi fosfor (P) dan kalium (K) selama satu bulan, perlakuan axel break untuk penyeragaman cabang tersier, serta cekaman (stres) air selama dua minggu untuk akumulasi karbohidrat di dalam batang. Pascapemangkasan, mata tunas umumnya pecah pada 7–14 hari, diikuti kemunculan calon dompol bunga pada 14–21 hari, dan bunga mulai mekar dalam waktu 3–5 minggu. Perawatan fase generatif difokuskan pada aplikasi fungisida dan insektisida berkala yang dihentikan satu bulan sebelum panen, penyiraman teratur, serta pemenuhan nutrisi pembesaran buah. Unsur kalium (K) diaplikasikan lewat $KNO_3$ putih atau ZK untuk meningkatkan ukuran buah, kalsium (Ca) untuk memperkuat tekstur kulit, dan magnesium sulfat ($MgSO_4$) untuk memacu tingkat kemanisan. Penerapan seluruh tahapan budidaya ini secara konsisten terbukti efektif menyeragamkan waktu pembungaan, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan kualitas buah anggur impor yang optimal di iklim tropis. Kata Kunci: Anggur Impor, Pruning, Potes Pucuk, Stres Air, Fase Generatif. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30327 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru | |
| dc.subject | A Agriculture/Pertanian | |
| dc.subject | C Education, extension, and advisory work/Pendidikan, Penyuluhan Pertanian | |
| dc.subject | A Agriculture/Pertanian::A01 Agriculture - General aspects/Pertanian Aspek Umum | |
| dc.title | Teknik Pembuahan Anggur Impor | |
| dc.type | Article |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- Abdul Wahid artikel-TEKNIK PEMBUAHAN PADA ANGGUR IMPOR.pdf
- Size:
- 87.41 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
- Description:
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.77 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description: