Sistem Pembibitan Itik Mojosari Alabio Di Kabupaten Blitar: Sistem Pembibitan Masa Depan

Loading...
Thumbnail Image
Date
2006
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Ternak
Abstract
Suatu usaha peternakan itik akan memperoleh hasil dan optimal dengan mempertimbangkan sumberdaya bibit, lingkungan, aspek manajemen. Rendahnya produksi telur di tingkat petani disebabkan salah satunya oleh penggunaan bibit dengan kualitas yang belum terkontrol. Beberapa tahun terakhir, telah dirintis suatu model kerjasama antara Balai Penelitian Ternak dengan UD Majujaya di Blitar untuk menangkarkan bibit itik hasil seleksi (Mojosari dan Alabio) sebagai tetua yang akan disilangkan sehingga menghasilkan itik MA sebagai itik niaga. UD Majujaya yang berperan sebagai inti telah melakukan model kemitraan dengan masyarakat dengan pola inti-plasma, dengan peternak sebagai plasma. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penangkaran itik Mojosari dan Alabio dilakukan dengan pemeliharaan secara intensif. Pola pemeliharaan ini didukung antara lain: (1) pengembangan jumlah areal perkandangan dengan daya tampung mencapai 12.000 ekor yang terdiri dari 3 lokasi bangunan kandang, (2) penyediaan sarana pakan yang memadai dan (3) pembangunan penetasan telur oleh inti, sebanyak 90 buah mesin tetas dengan kapasitas tampung 27.000 butir telur setiap bulan. Ternak itik hasil penetasan (itik MA) sebagai itik niaga penghasil telur dikembangkan oleh peternak dan sebagian dipelihara langsung oleh inti dengan maksud sebagai kontrol terhadap pengembangan itik MA ditengah-tengah masyarakat. Proporsi populasi itik MA dari itik lokal (Mojosari) dalam suatu kepemilikan cenderung semakin meningkat, bahkan sejumlah peternak termasuk inti telah memelihara seluruhnya itik MA. Hal ini menunjukkan bahwa itik MA betul-betul diperlukan ditengah-tengah usaha peternakan itik penghasil telur secara intensif dan komersial di Blitar.
Description
Keywords
L Animal production/Produksi Hewan::L01 Animal husbandry/Peternakan
Citation