Aplikasi Fusarium axysporum Non Patogenik (Fonp) Untuk Lada Menginduksi Ketahanan Bibit Lada Terhadap Phytopthora capsici L.; buletin litro vol xvi no 1, 2005 hlmn ;27-37

dc.contributor.authorErmiati
dc.date.accessioned2026-08-05T01:01:40Z
dc.date.available2026-08-05T01:01:40Z
dc.date.issued2005-12-01
dc.description.abstractPenelitian bertujuan untuk mengetahui pola tanam yang dapat dikembangkan layak secara tekhnis dan menguntungkan secara ekonomis, dilakukan di Luhak/Kampung Cipanas Desa Werasari Kec. Bantarujek Kab. Majalengka pada bulan November tahun 2002 sampai bulan Agustus tahun 2003. Pola tanam yang diuji adalah Pola I: Jahe emprit monokultur, Pola II: Jahe emprit+ bawang daun dan Pola III: Jahe emprit kacang merah. Jarak tanam jahe emprit 60 cm x 30 cm, bawang daun dan kacang merah masing-masing 20 cm x 20 cm. Data yang dikumpulkan dari masing-masing pola terdiri dari data penggunaan sarana produksi, tenaga kerja dan peralatan serta produksi masing-masing komoditas pada tiap pola. Analisa input- output dan B/C ratio digunakan untuk menentukan pola tanam yang paling efisien. Hasil penelitian menunjukan, bahwa ke 3 pola tanam memberikan sumbangan pendapatan cukup berarti pada petani, yaitu berkisar antara Rp. 2.297.700,- Rp. 2.773.400,- per 1000 m² dengan B/C ratio 2,3 2,4. Sedangkan pola tanam yang memberikan sumbangan pendapatan tertinggi pada petani adalah pola tanam jahe emprit + bawang daun (pola II), yaitu sebesar Rp. 2.773.400,- per 1000 m² dengan B/C Ratio 2,4. Kemudian diikuti oleh pola tanam tumpang sari jahe emprit + kacang merah (pola III) dengan pendapatan sebesar Rp. 2.443.730, dan B/C ratio 2,3 yang ternyata sama dengan B/C ratio pola tanam jahe emprit monokultur (pola I), dengan pendapatan sebesar Rp. 2.297.700,- per 1000 m². Tingginya pendapatan untuk pola II dan III disebabkan adanya tambahan penerimaan dari bawang daun dan kacang merah, meskipun biaya produksinya lebih tinggi. Dengan model pola tanam jahe emprit dengan bawang daun (Pola II) dan jahe emprit dengan kacang merah (pola III) disamping dapat meningkatkan pendapatan, petani juga dapat memperoleh penghasilan tambahan sebelum tanaman pokok menghasilkan, yaitu jahe emprit di panen dan juga dapat mengurangi resiko kegagalan panen misalnya akibat serangan penyakit Kata kunci: Pola tanam, jahe emprit, bawang daun, kacang merah.
dc.identifier.issn0215-0824
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30755
dc.language.isoid
dc.publisherBalai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
dc.relation.ispartofseriesVolume xvi; No 1,2005
dc.titleAplikasi Fusarium axysporum Non Patogenik (Fonp) Untuk Lada Menginduksi Ketahanan Bibit Lada Terhadap Phytopthora capsici L.; buletin litro vol xvi no 1, 2005 hlmn ;27-37
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Aplikasi Fusarium axysporum Non Patogenik (Fonp) Untuk Lada Menginduksi Ketahanan Bibit Lada Terhadap Phytopthora capsici L. 27-37.pdf
Size:
5.37 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: