Keragaan Pertumbuhan Kalus Sagu Tidak Berduri pada Media MS Yang Dimodifikasi
| dc.contributor.author | Nurhaini Mashud | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T07:21:15Z | |
| dc.date.available | 2026-02-04T07:21:15Z | |
| dc.date.issued | 2009-06 | |
| dc.description.abstract | Sagu (Metroxylon sp) merupakan tanaman penghasil pati yang paling tinggi di antara tanaman penghasil pati di Tebing Tinggi 13,7 ton (Yamamoto et al., 2007) dan 15 ton dengan pengelolaan intensif (Jong, 2007). Nilai kalori dari sagu tidak kalah dengan sumber pangan lainnya, seperti beras, jagung, ubi dan kentang, yaitu berturut-turut 357, 366, 349, 98,0 dan 71,0 per 100 gram bahan (Sunaryo dalam Novarianto dan Mahmud, 1989). Selain itu, tanaman sagu dapat memperbaiki efek rumah kaca dari atmosfer yang menyebabkan pemanasan global, yaitu, melindungi lingkungan dan mengurangi emisi CO2. Hal ini disebabkan tanaman sagu memiliki efisiensi fotosintesis yang tinggi karena memiliki 1000 stomata (mulut daun) per mm² daun (Omori et al., 2000). Di daerah tropis, tanaman sagu menyerap | |
| dc.identifier.issn | 1979-679X | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/27567 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan | |
| dc.title | Keragaan Pertumbuhan Kalus Sagu Tidak Berduri pada Media MS Yang Dimodifikasi | |
| dc.type | Article |