Trichol-8
| dc.contributor.author | Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-07T14:07:50Z | |
| dc.date.available | 2026-09-07T14:07:50Z | |
| dc.date.issued | 2018 | |
| dc.description.abstract | Penggunaan fungisida kimia untuk mengendalikan penyakit tular tanah pada tanaman kacang-kacangan berisiko meracuni lingkungan serta meningkatkan biaya produksi. Biofungisida Trichol-8 berbahan aktif jamur antagonis Trichoderma dikembangkan oleh Balitkabi sebagai solusi hayati yang efektif, praktis, dan ramah lingkungan. Jamur Trichoderma bekerja melalui kompetisi ruang dan hara, mikoparasitisme, serta pelepasan enzim dan toksin untuk menekan perkembangan jamur patogen tular tanah seperti Sclerotium rolfsii, Rhizoctonia solani, Fusarium sp., Pythium sp., dan Phytophthora sp. Uji laboratorium menunjukkan daya hambat isolat ini terhadap S. rolfsii mencapai 90% pada 4 hari setelah inokulasi. Pengaplikasian Trichol-8 melalui perawatan benih (seed treatment 10 g/kg) maupun penaburan lubang tanam (100 g/50 m²) terbukti mampu menurunkan tingkat penyakit layu (dari 5,0% menjadi 1,0%) dan penyakit karat daun (dari 61,0% menjadi 1,0%), sekaligus meningkatkan bobot biji tanaman kedelai varietas Burangrang dari 80,3 g menjadi 85,6 g per tanaman. Selain berdaya simpan tinggi hingga 9 bulan dengan viabilitas konidia 90%, produk ini tidak memicu resistensi patogen, mudah dibiakkan oleh petani, serta aman bagi manusia dan lingkungan perairan. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31822 | |
| dc.publisher | Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi | |
| dc.subject.classification | H Protection of plants and stored products/Perlindungan Tanaman::H01 Protection of plants - General aspects/Perlindungan tanaman – aspek aspek umum | |
| dc.title | Trichol-8 | |
| dc.title.alternative | Fungusida Hayati Pengendali Jamur Tular Tanah |