Efektifitas minyak seraiwangi dan fraksi sitronella terhadap pertumbuhan jamur phytophtora palmivora penyebab penyakit busuk buah kakao

dc.contributor.authorNurmansyah
dc.contributor.otherBalai Penelitian Tanaman Rempah dan Obaten_US
dc.date.accessioned2026-02-23T04:41:13Z
dc.date.available2026-02-23T04:41:13Z
dc.date.issued2010-05
dc.descriptionArtilkel ini berisi mengenai Efektivitas minyak seraiwangi (Cymbopogon nardus) dan fraksi sitronellal terhadap pertumbuhan jamur Phytophthora palmivora, penyebab penyakit busuk buah kakao secara in vitro, telah dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit KP Laing Solok Sumatera Barat dari Juni - Desember 2008.
dc.description.abstractEfektivitas minyak seraiwangi (Cymbopogon nardus) dan fraksi sitronellal terhadap pertumbuhan jamur Phytophthora palmivora, penyebab penyakit busuk buah kakao secara in vitro, telah dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit KP Laing Solok Sumatera Barat dari Juni - Desember 2008. Penelitian dilaksanakan dengan 3 metode : (a) penekanan diameter koloni menggunakan medium potato dekstrosa agar (PDA) dan perlakuan yang diuji adalah minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal dengan beberapa tingkat konsentrasi (0, 100, 250, 500, 750, dan 1.000 ppm), (b) penekanan biomassa koloni menggunakan medium potato dextrose Broth (PDB), dan perlakuan yang diuji adalah minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal dengan 6 tingkat konsentrasi (0; 100; 250; 500; 750 dan 1.000 ppm), dan (c) penekanan diameter koloni oleh senyawa volatil dari minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal dengan 6 dosis uji (0;0,01; 0,025; 0,05; 0,075; dan 0,1 ml/ cawan petri). Percobaan (a) dan (b) menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 4 ulangan, dan percobaan (c) disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 750 ppm, minyak seraiwangi mampu menghambat pertumbuhan diameter koloni P. palmivora 75,95% dan biomassa koloni 82,61%. Sedangkan fraksi sitronellal pada konsentrasi yang sama mampu menghambat pertumbuhan diameter koloni lebih baik (yakni 78,88%) dan biomassa koloni 88,41%. Pada konsentrasi 1.000 ppm, minyak seraiwangi maupun fraksi sitronellal mampu menghambat petumbuhan diameter dan biomassa koloni jamur P. palmivora 100%. Senyawa volatatil dari minyak seraiwangi pada dosis 0,1 ml dan fraksi sitronellal 0,075 ml/cawan petri mampu menghambat pertumbuhan diameter jamur P. palmivora 100%.
dc.identifier.issn0251-0824
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/27696
dc.language.isoiden_US
dc.publisherBalai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatiken_US
dc.relation.ispartofseriesBuletin Littro;Volume 21 No. 1
dc.subjectminyak seraiwangi, sitronellal, aktivitas antifungal, P. Palmivoraen_US
dc.titleEfektifitas minyak seraiwangi dan fraksi sitronella terhadap pertumbuhan jamur phytophtora palmivora penyebab penyakit busuk buah kakaoen_US
dc.typeArticleen_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
101_6.pdf
Size:
151.3 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: