Daftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)

dc.contributor.authorWahab, Moh. Ismail
dc.contributor.authorAbdulrachman, Sarlan
dc.contributor.authorSatoto
dc.contributor.authorSuprihanto
dc.contributor.authorGuswara, Agus
dc.contributor.otherBalai Besar Penelitian Tanaman Padien_US
dc.date.accessioned2020-05-09T05:50:16Z
dc.date.available2020-05-09T05:50:16Z
dc.date.issued2017
dc.description.abstractSistem produksi padi sawah irigasi telah mengalami evolusi, dari anjuran dan adopsi paket teknologi budidaya pada awal penerapan teknologi revolusi hijau tahun 1970an, menuju tahap manajemen teknologi pada tahun 2000, dan seterusnya. Pengelolaan Sumberdaya dan Tanaman Terpadu (PTT) adalah salah satu model pengelolaan teknologi budidaya padi sawah. Dalam sistem produksi padi secara modern, penerapan komponen teknologi yang sesuai dan adaptif merupakan suatu keharusan. Komponen teknologi utama yang menjadi faktor penentu produktivitas padi perlu diidentifikasi secara tepat, baik yang berasal dari pengalaman empiris, yang berasal dari negara lain, maupun teknologi hasil penelitian yang terbukti keunggulannya. Daftar Periksa Budidaya (DPB) Padi yang merupakan adaptasi Rice Check (Australia), terdiri dari komponen utama sistem produksi padi sawah, yang harus dilakukan oleh petani produsen, apabila menghendaki diperolehnya produktivitas optimal. DPB Padi sawah disusun oleh peneliti padi atas dasar informasi/teknologi tersebut di atas, terdiri dari komponen teknologi yang nyata menentukan produktivitas yang tinggi. Bagi ekologi spesifik, DPB Padi dapat dimodifikasi menyesuaikan dengan kebutuhan agroekologi spesifik tersebut. Dalam panduan Daftar Periksa Budidaya padi sawah ini, dipilih 13 komponen teknologi yang harus dikelola dan diterapkan oleh petani, yang meliputi : (1) waktu tanam; (2) pilihan varietas dan benih; (3) persemaian; (4) penyiapan lahan; (5) pemeriksaan kandungan hara dalam tanah; (6) tanam dan populasi tanaman; (7) pemupukan; (8) pengelolaan air; (9) pengendalian gulma; (10) pengendalian OPT; (11) pemeriksaan status hara N dalam daun; (12) drainasi tanah; dan (13) panen dan penanganan pasca panen. DPB Padi sawah harus dipahami oleh penyuluh guna tindakan penyuluhan, dan dipahami oleh petani untuk memastikan pengadopsiannya. Dengan mengadopsi DPB Padi, senjang hasil antar petani dan antar hamparan sawah serta antar wilayah dapat diminimalisasi, sehingga produksi padi nasional dapat meningkat.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/9343
dc.language.isoiden_US
dc.publisherBalai Besar Penelitian Tanaman Padien_US
dc.subjectResearch Subject Categories::F Plant production/Produksi Tanamanen_US
dc.subjectPadi sawahen_US
dc.subjectKomponen teknologien_US
dc.subjectDaftar Periksa budidayaen_US
dc.subjectRice checken_US
dc.subjectManajemen teknologien_US
dc.titleDaftar Periksa Budidaya Padi Sawah Lahan Irigasi (Indonesia Rice Check)en_US
dc.typeBooken_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
daftar-periksa-budidaya-padi-sawah-lahan-irigasi-indonesia-rice-check.pdf
Size:
570.29 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Fulltext
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections