Sistem Usaha Tani Berbasis Padi

dc.contributor.authorWardana, I Putu
dc.contributor.authorM. Toha, Husin
dc.contributor.authorSembiring, Hasil
dc.contributor.authorM. Fagi, Achmad
dc.date.accessioned2026-08-10T07:58:32Z
dc.date.available2026-08-10T07:58:32Z
dc.date.issued2008-06-01
dc.description33 p.; ills.; tab.
dc.description.abstractPendahuluan Pengentasan dan pengurangan kemiskinan merupakan program pemerintah, maka selalu dianggarkan dari tahun ke tahun. Dalam dua-tiga tahun terakhir program tersebut diwujudkan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada orang-orang miskin dan penjualan beras murah untuk orang-orang miskin (raskin). Kedua bantuan tersebut merefleksikan pelaksanaan komponen pertama dan kedua dari the Millenium Development Goals (MDG), yaitu: (1) mengurangi separuh jumlah penduduk dunia yang kelaparan, dan (2) mengurangi separuh jumlah penduduk yang berpenghasilan kurang dari US$ 1,0 per hari. Bantuan keuangan dan kemudahan akses penduduk miskin ke pangan pokok beras belum memenuhi sasaran keempat dan kelima dari MDG, yaitu: (1) mengurangi laju kematian anak balita (di bawah umur 5 tahun) sebanyak dua per tiga, dan (2) mengurangi tiga per empat rasio kematian ibu. Sasaran keempat dan kelima dari MDG itu erat kaitannya dengan malnutrisi yang diakibatkan oleh gizi makanan yang rendah, diistilahkan sebagai hidden hunger. International Plant Genetic Resources (IPGRI) dan Global Facilitation Unit for Underutilized Species (GFUS) bekerja sama dengan M.S. Swaminathan Research Foundation, menginventarisasi jenis-jenis tanaman sayuran dan sumber karbohidrat lokal-tradisional yang kaya vitamin dan mineral, yang dapat dimasukkan ke dalam menu makanan sehari-hari. Jenis-jenis tanaman itu dapat ditanam di lahan usaha tani penduduk, termasuk di pekarangan. Lahan usaha tani penduduk dapat berupa lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan, lahan kering berombak/berlereng, lahan rawa lebak, dan lahan pasang surut. Di daerah aliran sungai (DAS) Jratunseluna (Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juana) di Jawa Tengah, dan di DAS Brantas, rata-rata dari 12 komunitas memiliki lahan sawah, lahan kering, dan pekarangan dengan proporsi berbeda (Tabel 1). Data penguasaan lahan usaha tani ini menunjukkan adanya peluang untuk menanam jenis tanaman hortikultura (tradisional atau baru) dan untuk memelihara ternak ruminansia besar atau kecil dan unggas.
dc.identifier.isbn978-979-779-442-6
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30922
dc.language.isoid
dc.publisherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi
dc.titleSistem Usaha Tani Berbasis Padi
dc.title.alternativePadi; Inovasi Teknologi dan Ketahanan Pangan,. Buku 1
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
4. Sistem Usaha Tani Berbasis Padi - Putu Wardana, Husin M. Toha, Hasil Sembiring, Achmad M. Fagi.pdf
Size:
1.35 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: