Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi Secara Terpadu

No Thumbnail Available
Date
2008-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Pendahuluan Peningkatan produksi padi terus diupayakan untuk mengimbangi kenaikan penyakit adalah salah satu kendala program peningkatan produksi padi. Kendala peningkatan produksi akan semakin kompleks akibat perubahan iklim global Hama dan penyakit padi merupakan salah satu cekaman biotik yang menyebabkan senjang hasil antara potensi hasil dan hasil aktual, dan juga menyebabkan produksi tidak stabil. Di Asia Tenggara hasil padi rata-rata),3,3 t/ha, padahal hasil yang bisa dicapai 5,6 t/ha. Senjang hasil tersebut disebabkan oleh penyakit sebesar 12,6% dan hama 15,2%. Di Indonesia, potensi hasil varietas padi yang dilepas berkisar antara 5-9 t/ha, sementara hasil nasional baru mencapai rata-rata 4.32 t/ha Luas serangan hama dan penyakit padi berdasarkan kompilasi data Statistik Pertanian IV (SP IV 2006) oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dalam kurun waktu lima tahun terakhir adalah tikus 152.638 ha/tahun, penggerak batang 89.048 ha/tahun, wereng cokelat 26.542 ha/tahun, penyakit hawar daun bakteri 28.808 ha/tahun, penyakit tungro 13.327 ha/tahan dan blas 9.674 ha/tahun. Estimasi kehilangan hasil padi oleh hama dan penyakit utama menсараi 212.945 t GKP/musim tanam Oleh sebab itu, keenam hama dan penyakit penting ini perlu mendapatkan prioritas penanganan Kehilangan hasil tersebut jauh lebih rendah dari estimasi hasıl survei di daerah
Description
29 p.; ills.; tab.
Keywords
Citation