Penelitian Padi Mendukung Pelestarian Swasembada Beras
No Thumbnail Available
Date
1994
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Produksi beras nasional masih berfluktuasi dari waktu ke waktu. Sementara itu, sentra-sentra produksi terkonsentrasi di Jawa dan keunggulan
kompetitif komoditas ini di pasar internasional masih rendah. Penelitian
memegang peranan penting untuk mengatasi masalah tersebut. Proyeksi
pertumbuhan produksi padi sebesar 2%/tahun pada Pelita VI cukup realistis.
Reorientasi program penelitian dalam PJP II diperlukan untuk mengantisipasi
masalah yang berkaitan dengan pelestarian laju pertumbuhan produksi padi
dan peningkatan pendapatan petani. Pemanfaatan potensi lahan sawah
tadah hujan, lahan kering, dan lahan rawa pasang surut, serta peningkatan
efisiensi produksi dan diversifikasi tanaman pangan berbasis padi perlu
mendapat perhatian lebih besar dan teknologi penunjang harus segera
diimplementasikan. Peningkatan intensitas tanam merupakan sumber pertumbuhan produksi padi pada lahan sawah irigasi. Efisiensi pemupukan fosfat
dan nitrogen perlu ditingkatkan untuk menekan biaya produksi. Dengan
demikian, padi mempunyai keunggulan kompetitif terhadap komoditas nonpadi. Prospek penanaman padi secara sebar langsung dinilai baik untuk
daerah yang langka tenaga kerja. Prospek padi gogo belum cerah. Tanggap
padi gogo terhadap penambahan masukan sangat rendah, dan teknologi yang
dikembangkan tidak atraktif. Lahan rawa pasang surut potensial mempunyai
prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai lahan usahatani tanaman
pangan. Varietas yang sesuai dengan ekosistem spesifik adalah modal dasar
bagi intensifikasi padi di lahan rawa pasang surut. Tanggap varietas unggul
terhadap masukan pada lahan ini sebanding dengan di lahan sawah irigasi.