Tatalaksana Perkembangbiakan Untuk Menunjang Agribisnis Ternak Kelinci
No Thumbnail Available
Date
2005
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Ternak
Abstract
Pengusahaan pertanian dan peternakan (agribisnis) yang berorientasi ekonomis menuntut efektivitas dan efisiensi usaha yang tinggi. Tatalaksana perkembangbiakan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat produktivitas ternak kelinci. Tatalaksana perkembangbiakan meliputi pemilihan bibit, pengaturan perkawinan, pemeriksaan kebuntingan, penanganan menjelang kelahiran, perawatan anak baru lahir, dan penyapihan. Bibit yang baik dan memenuhi syarat antara lain bibit berasal dari keturunan yang memiliki produktivitas tinggi, sehat, tidak cacat, tidak kerdil, memiliki sifat keindukan yang baik dan tidak kanibal. Saat yang tepat untuk mengawinkan ternak kelinci adalah pada umur 5-6 bulan. Cara mengawinkan ternak kelinci dilakukan dengan membawa betina ke kandang pejantan. Kelinci yang tidak mau kawin sendiri dapat dibantu dengan kawin sodor. Untuk melihat efektifitas hasil perkawinan dilakukan pemeriksaan kebuntingan 10-14 hari setelah induk dikawinkan. Kotak beranak disediakan pada hari ke 25-28 setelah perkawinan. Anak baru lahir dijaga dari segala gangguan, anak-anak kelinci yang mati lahir segera dipindahkan dari kotak beranak dan anak-anak yang dikhawatirkan akan mati atau ditinggal mati oleh induknya dapat dititipkan pada induk lain pada umur > 3 hari. Penyapihan dan sexing dilakukan pada saat anak berumur 4-5 minggu dengan bobot hidup 500-800 g. Melalui penerapan tatalaksana perkembangbiakan yang meliputi pemilihan bibit, pengaturan perkawinan, pemeriksaan kebuntingan, penanganan menjelang kelahiran, perawatan anak baru lahir, penyapihan secara tepat, produktivitas ternak kelinci dapat dioptimalkan guna menunjang agribisnis ternak kelinci yang menguntungkan.
Description
Keywords
L Animal production/Produksi Hewan::L01 Animal husbandry/Peternakan