KAJIAN MODEL AGROINDUSTRI NILAM DI KEСАМАТAN CINGAMBUL, KABUPATEN MAJALENGKA
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Pengembangan nilam di Kabupaten Majalengka telah dimulai sejak tahun 1999. Permasalahan yang dihadapi oleh petani/produsen minyak nilam di Kabupaten Majalengka adalah berfluktuasinya harga daun dan minyak nilam, rendahnya tingkat pengetahuan petani dalam
musim
budidaya dan teknologi pengolahan nilam, gangguan hama penyakit dan pengaruh ikiim (terutama kemarau). Dalam usaha mengembangkan agroindustri nilam di Majalengka, sejak tahun
pengolahan
2001/2002,
BB-Pascapanen telah membangun dan mengembangkan model agroindustri nilam dengan membangun unit percontohan pengolahan/penyulingan Cikondang, nilam di Desa
Kabupaten
Majalengka,
Kecamatan Cingambul, Majalengka, bermitra dengan Balittro, BPTP Jabar, Pemda
agroindustri
kelompok tani dan koperasi Nilam Mekar dan pihak swasta. Model
komponen dalam
(MAI) nilam dibangun dengan tujuan mengintegrasikan dan mesinergikan semua sistem usahatani nilam, baik aspek on-farm maupun off-farm berbasis kerjasamа
pendamping
kemitraan semua
teknologi).
pihak (poktan, pemda, swasta, dan lembaga penelitian sebagai pemasok dan
penyulingan
Wujudnya dalam bentuk unit percontohan usaha dalam bentuk unit nilam dan kebun percontohan. Optimalisasi percobaan penyulingan minyak nilam
menunjukkan
dengan alat penyulingan SBCS-1000 di Desa Cikondang Kec. Cingambul Kab. Majalengka telah hasil yang prospektif, terutama dari segi mutu minyak yang dihasilkan. Bobot bahan dan
Perlakuan
lama penyulingan berpengaruh terhadap rendemen dan kadar patchouly alcohol minyak nilam. terbaik dalam penyulingan terna daun nilam adalah pada bobot bahan 90 kg dengan lama
rata-rata
penyulingan
31%
8 jam dengan renden minyak rata-rata 2,5% dan kadar patchouly alcohol serta memenuhi persyaratan n.utu revisi SNI Nilam No. 06-2385-1998. Melalui
merupakan
kegiatan sosialisasi dan pendampingan, pengelcla unit percontohan pengolahan nilam yang
unit
anggota kelompok tani dan koperasi Nilam Mekar, telah mampu mengoperasionalkan
SNI.
pengolahan
Kendala yang
dan
masih
menghasilkan serta memasarkan minyaknilam yang mutunya sesuai dengan
ada insentif untuk
dihadapi sampai tahun 2005 adalah fluktuasi harga minyak nilam, tidak
karena
mutu yang baik, ketersediaan bahan baku daun nilam yang belum mencukupі, pengembangan areal tanaman nilam yang telah dibantu oleh Pemda tidak optimal antara lain karena persaingan dengan tanaman lain seperti sayuran dan ubi kayu yang lebih diminati oleh petani, serta manajemen kelompok tani dan koperasi pengelola unit percontohan dan hubungan kelembagaan
dicapai dan kendala-kendala
dalam MAI yang belum optimal. Tulisan review ini menyajikan hasil-hasil yang yang dialami dalam pengembangan model agroindustri nilam di Desa Cikondang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka pada periode 2002-2005.