Kajian Eksitens Usahatani Padi Organik di Sumatera Barat 35-42
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Dalam dua dekade terakhir ini volume perdagangan produk pangan organik dunia meningkat tajam. Pada tahun 1998,
total penjualan produk pangan organik di seluruh dunia mencapai US$ 13 milyar, meningkat menjadi US$ 26 milyar
pada tahun 2001. Dengan demikian terjadi peningkatan dua kali lipat dalam tiga tahun. Data menunjukkan bahwa
tahun 2010 total bisnis produk organik dunia telah mencapai nilai US$ 100 milyar. Diyakini bahwa angka-angka
tersebut diperkirakan akan meningkat lebih tajam pada tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan semakin
meningkatnya kesadaran manusia akan pentingnya kelestarian lingkungan dan kesehatan. Mensikapi hal tersebut dan
mengingat kesehatan dan kecerdasan masyarakat, Pemerintah Daerah Sumatera Barat sejak tahun 2008, mulai
menggiatkan pengembangan usaha pertanian organik, terutama usahatani padi sawah. Tetapi perkembangannya
sampai saat ini belum begitu jelas sehingga perlu dilakukan kajian untuk melihat eksistensinya sekaligus menghasilkan
rekomendasi kebijakan sebagai bahan untuk rencana pengembangan. Kajian dilakukan dengan 'pendekatan RRA
(Rapid Rural Appraisal) pada lima daerah utama yang tergolong sebagai daerah sentra usahatani padi organik di
Sumatera Barat. Penerapan teknologi dalam pencapaian produksi dalam usahatani organik berkembang lambat.
Walaupun secara ekonomi usaha ini cukup menguntungkan dan juga mampu melestarikan lingkungan tetapi ada
beberapa masalah yang cukup menonjol untuk dipecahkan. Masalah komitmen dan keyakinan serta status pemilikan
lahan merupakan dua hal utama yang mempengaruhi. Tidak kalah pentingnya adalah masalah perubahan perilaku
dalam usahatani, terutama dalam merubah budaya kerja "instant" yang selama ini dilakukan petani, menjadi
pekerjaan yang banyak dan penuh perhatian serta menyita waktu secara rutin. Begitu juga konsistensi usaha ditingkat
petani pemula sangat lemah, karena terjadinya penurunan hasil yang dianggap cukup merugikan. Untuk
pengembangan kedepan bisa dikemukakan beberapa solusi kebijakan sebagai masukan bagi Pemerintah Propinsi,
yaitu (1) Duduk bersama antara pengambil kebijakan, institusi pendukung, pelaku dan penyalur padi organik, (2)
Promosi dan himbauan yang intensif akan manfaat dan keberadaan padi organik, (3) Meningkatkan peran serta
institusi terkait dalam mendukung teknologi, budidaya, kelembagaan serta fasilitasi pemasaran dan kerjasama.
Kata kunci: padi organik, teknologi