Pengambilan Sampel Cairan Higroma pada Sapi di Kabupaten Polewali Mandar dan Pinrang untuk Pengujian Brucellosis
| dc.contributor.author | Rahman, Abdul | |
| dc.contributor.author | Putra, Hamdu Hamjaya | |
| dc.contributor.author | Amaliah, Fitri | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-24T02:48:59Z | |
| dc.date.available | 2026-04-24T02:48:59Z | |
| dc.date.issued | 2025-12 | |
| dc.description.abstract | Penyakit brucellosis disebabkan Brucella abortus yang menyebabkan kerugian pada peternakan sapi di Indonesia. Salah satu tanda klinis brucellosis yang muncul pada beberapa sapi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan Pinrang yaitu higroma. Tujuan dari penulisan ini untuk memberikan informasi kasus higroma dan pengambilan sampel untuk pengujian brucellosis pada sapi di Kabupaten Polman dan Pinrang. Sapi yang mengalami higroma biasanya terlihat tanda pembengkakan pada sendi lutut kaki dan setelah dilakukan perabaan berisi cairan. Higroma yang berisi cairan difiksasi dengan kapas alkohol 70% untuk sterilisasi sebelum dilakukan pengambilan sampel menggunakan spuit. Cairan yang didapat disimpan di dalam cool box suhu 2-8oC dan sebanyak 0,5 ml-1 ml diteteskan dalam Tryptic Soy Broth (TSB) 10 ml. Inkubasi cairan dalam TSB dilakukan lebih lanjut di laboratorium pada suhu 37-41oC selama 48 jam untuk pengujian brucellosis. Hasil pengamatan di lapangan terdapat higroma pada satu kaki dan ada pula yang terjadi pada kedua kaki depan. Ukuran higroma sapi terlihat besar, sedang dan kecil dengan konsistensi keras dan lunak. Sapi di Kabupaten Polman dan Pinrang mengalami higroma yang teraba lunak hingga keras. Cairan yang didapat menunjukkan warna dan kekeruhan yang berbeda yaitu kekuningan jernih sampai kekuningan keruh, dan kemerahan jernih sampai kemerahan keruh. Sampel cairan yang dikoleksi dari higroma didapatkan volume 20-250 ml. Berdasarkan pengamatan dan pengambilan sampel higroma di Kabupaten Polman dan Pinrang diketahui terjadi perbedaan ukuran, konsistensi dan warna higroma antar sapi. Sampel cairan yang diambil dari higroma memiliki jumlah volume yang berbeda antar sapi. Perlunya melaporkan tanda klinis brucellosis salah satunya higroma pada sapi kepada pihak terkait dalam upaya penanganan dan pemberantasan brucellosis di suatu wilayah. | |
| dc.identifier.issn | 0216-1486 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/29419 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Perpustakaan Balai Besar Veteriner Maros | |
| dc.relation.ispartofseries | Vol. 24; No. 1 | |
| dc.title | Pengambilan Sampel Cairan Higroma pada Sapi di Kabupaten Polewali Mandar dan Pinrang untuk Pengujian Brucellosis | |
| dc.type | Article |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- Pengambilan Sampel Cairan Higroma pada Sapi di Kabupaten Polewali.pdf
- Size:
- 337.5 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
- Description:
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.77 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description: