Keragaman Genetik Kelapa Dalam Bali ( DBI ) dan dalam ( DSA) Berdasarkan Penanda Random Amplifiued Polimorphic DNA ( RAPD )
Loading...
Date
2009-12
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan
Abstract
Keragaman genetik dan hubungan kekerabatan dalam populasi kelapa Dalam Bali (DBI) dan Dalam Sawarna (DSA) dianalisis menggunakan penanda RAPD. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tumbuhan, Pusat Penelitian Sumber Daya Hayati dan Bioteknologi, Institut Pertanian Bogor pada bulan Februari-Mei 2007. Bahan yang digunakan dalam penelitian sebanyak 10 individu du dari masing-masing populasi. Primer acak digunakan dalam analisis terdiri atas 10 primer -10 mer, yaitu OPA-02, OPA-08, OPA-10, OPA-13, OPA-20, OPB-08, OPB-11, OPB-12, OPB-15, OPB-20. DNA diekstraksi menggunakan metode Rohde yang telah dimodifikasi, konsentrasi ditetapkan menggunakan metode Sambrook. Untuk melihat tingkat kekerabatan antar individu berdasarkan pola pita RAPD dari setiap primer digunakan program NTsys ver. 2.0 (Program Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis), sedangkan untuk analisis gerombol digunakan metode UPGMA untuk membuat dendogram. Koefisien keragaman antar individu dalam populasi kelapa DBI berkisar antara 2.4% 30.7% dengan rata-rata 21.7%, dan untuk populasi kelapa DSA antara 1.5% - 22.4% dengan rata-rata 12.7%. Jarak genetik individu- individu dalam populasi kelapa Dalam Bali (DBI) cukup jauh menunjukkan bahwa keragaman genetik dalam populasi Dalam Bali masih tinggi, sehingga seleksi untuk maksud perbaikan sifat masih sangat memungkinkan. Pada populasi kelapa Dalam Sawarna (DSA) jarak genetik individu-individu dalam sudah semakin sempit, artinya keanekaragaman genetik antar individu di dalam populasi DSA sudah sangat rendah oleh karena itu seleksi untuk maksud perbaikan sifat harus dilakukan dengan selektif. Hubungan kekerabatan antar populasi kelapa Dalam Bali dan Dalam Sawarna sebesar 46% artinya jarak genetik kedua populasi ini cukup jauh yaitu 54%. Sehingga jika individu-individu terseleksi dari kedua populasi tersebut disilangkan, akan diperoleh keturunan yang memiliki nilai heterosis tinggi.