Prospek Budidaya Tumpangsari Tanaman Penghasil Minyak Atsiri Berwawasan Konservasi 7-15

No Thumbnail Available
Date
2012-07-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Minyak atsiri yang dihasilkan dari penyulingan tanaman aromatik merupakan komoditas yang dibutuhkan di berbagai industri farmasi dan kimia seperti obat-obatan, parfum, kosmetika, makanan, minuman dan akhir-akhir ini dimanfaatkan untuk pengobatan dan aromaterapi. Sebagian besar minyak atsiri Indonesia diusahakan oleh petani untuk keperluan ekspor dan kebutuhan dalam negeri. Masalah utama minyak atsiri khususnya nilam adalah harga yang sering berfluktuasi. Untuk menghindari kerugian usahataninya dan sekaligus menambah pendapatan, petani pada saat ini banyak yang menerapkan pola tanam campuran (polikultur). Pengembangan beberapa tanaman atsiri berpeluang dilakukan dengan menerapkan pola tumpangsari baik dengan tanaman semusim maupun tahunan, serta dapat ditanam dengan olah tanah konservasi di lahan- lahan kritis. Tanaman nilam adaptif terhadap naungan sehingga dapat ditumpangsarikan dengan tanaman semusim, tahunan maupun tanaman kehutanan. Untuk dapat menghasilkan minyak yang baik tanaman nilam memerlukan sinar matahari, dan bila ditumpangsarikan tanaman nilam minimal membutuhkan sinar matahari lebih dari 50%. Kadar minyak nilam yang ditanam dengan sistem tumpangsari dengan tanaman semusim maupun perkebunan kadar patchouli alcohol memenuhi standar. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman nilam dan atsiri lainnya dapat diusahakan dalam pemanfaatan lahan hutan di sekitar masyarakat sehingga pendapatan petani sebagai pengelola lahan dapat ditingkatkan. Kata kunci: Minyak atsiri, nilam, tumpangsari, konservasi
Description
Keywords
Citation