Digitalisasi Pencatatan Pemakaian dan Pengembalian Alsintan
No Thumbnail Available
Date
2026
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru
Abstract
Inovasi ini berfokus pada transformasi digital tata kelola administrasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) melalui sistem pencatatan berbasis QR Code. Dikembangkan di lingkungan Teaching Factory SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, teknologi ini dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan praktik siswa maupun umum secara terstruktur. Unsur kebaruan utama dari inovasi ini terletak pada integrasi arsitektur low-code yang efisien, responsif, dan berbiaya rendah dengan memanfaatkan ekosistem Google Cloud dan Linktree. Melalui penempelan stiker barcode laminasi tahan cuaca pada bodi mesin, operator wajib memindai kode tersebut menggunakan smartphone sebelum menyalakan armada Alsintan. Pemindaian memberikan akses instan ke dasbor administrasi pemakaian-pengembalian unit secara digital sekaligus memuat dokumen SOP keselamatan kerja format PDF yang tersimpan di Google Drive. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini unggul dalam mempermudah akses regulasi, menekan angka kecelakaan kerja di lapangan, serta mengefisiensikan ruang penyimpanan arsip fisik. Meskipun menghadapi kendala berupa ketergantungan pada kestabilan sinyal internet di area lahan terbuka, teknologi ini menawarkan solusi manajemen aset mekanisasi pertanian yang aplikatif dan mudah direplikasi.
Kata Kunci: Digitalisasi Alsintan, QR Code, Arsitektur Low-Code, K3 Pertanian, Teaching Factory.
Description
Materi informasi bertajuk "Digitalisasi Pencatatan Pemakaian dan Pengembalian Alsintan" menyajikan panduan taktis mengenai pemanfaatan teknologi berbasis awan (cloud) untuk inventarisasi mesin pertanian. Struktur konten di dalamnya terbagi menjadi beberapa komponen utama:Deskripsi Ringkas & Ekosistem Teknologi: Menjelaskan fungsi QR Code sebagai pintu masuk digital menuju dasbor administrasi pemakaian dan pengembalian unit Alsintan. Poin kebaruannya menyoroti pemanfaatan arsitektur tanpa pengkodean rumit (low-code) yang ramah pengguna dan hemat biaya operasional.Ruang Lingkup Adopter: Mengidentifikasi wilayah implementasi teknologi yang saat ini aktif diterapkan pada workshop mekanisasi dan lahan praktik internal Teaching Factory SMK PP Negeri Banjarbaru untuk mendisiplinkan operator.Instruksi Kerja Pemakaian (Best Practice): Menjabarkan langkah operasional penempelan stiker barcode fisik terlamonasi agar awet di lapangan. Prosedur ini mewajibkan seluruh operator membaca SOP operasional dan keselamatan terlebih dahulu melalui ponsel pintar sebelum mengoperasikan alat.Prasyarat Implementasi Sistem: Merinci kebutuhan teknis minimal yang meliputi dokumen SOP digital di Google Drive, stiker cetak barcode, perangkat kamera smartphone, serta ketersediaan jaringan internet untuk memproses tautan data.Analisis Keunggulan & Kelemahan: Menyediakan ulasan performa objektif. Keunggulannya meliputi efisiensi ruang fisik (arsip digital) dan mitigasi risiko kecelakaan kerja, sedangkan kelemahannya berfokus pada keterbatasan akses jika terjadi kendala sinyal seluler di area area persawahan/lahan terbuka.Tautan Informasi & Identitas: Mencantumkan tautan Linktree resmi lokakarya mekanisasi pertanian serta profil inovator sekaligus informan teknis, Dominicus Angki Prabowo dari SMK PP N Banjarbaru.