Pengembangan Penerapan Mekanisasi pada Usaha Tani Padi Sawah Melalui Pemberdayaan Kelembagaan Petani: Studi Kasus di Desa Ngarum, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
Loading...
Date
2015-11-10
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Peran teknologi mekanisasi (alat dan mesin pertanian) dalam usaha tani padi adalah meningkatkan efisiensi (waktu, tenaga kerja, dan biaya), menekan kehilangan hasil, meningkatkan mutu gabah, dan mengatasi kelangkaan tenaga kerja. Dalam pengembangan mekanisasi perlu menumbuhkembangkan sistem kelembagaan pengelolaan alsintan, yaitu kelompok tani, gapoktan, atau usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA). Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari struktur organisasi, kinerja (mekanisme kerja dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah pola pikir, perilaku, serta sikap petani dari pertanian subsisten menjadi pertanian modern), dan peran kelembagaan kelompok tani dan UPJA dalam pengembangan mekanisasi pada usaha tani padi untuk mendukung swasembada beras dan pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dan pengamatan langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen pada bulan Juni–Oktober 2015. Terdapat dua jenis kelembagaan yang diamati secara khusus, yaitu kelembagaan kelompok tani dan UPJA Tani Maju. Responden dalam penelitian ini adalah pengurus dan anggota
kelembagaan kelompok tani dan UPJA yang dipilih secara sengaja (purposive). Pengumpulan data dan informasi digali melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, baik secara individu maupun kelompok.
Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan mekanisasi pada usaha tani padi yang dilakukan melalui pemberdayaan kelembagaan kelompok tani dan UPJA Tani Maju berkembang cukup baik. Pemberdayaan dilakukan melalui kegiatan pertemuan/penyuluhan, pelatihan, dan studi banding. Agar UPJA Tani Maju dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi perdesaan yang profesional dan mandiri masih diperlukan pendampingan, pembinaan, dan pengendalian dari instansi terkait. Pendampingan dan pembinaan UPJA diarahkan untuk peningkatan kapasitas dan kemampuan UPJA, baik dari aspek teknis, organisasi, maupun ekonomi
Description
Salah satu kendala utama dalam usaha tani padi sawah di beberapa kabupaten di Jawa Tengah adalah keterbatasan tenaga kerja terutama tenaga kerja tanam bibit dan panen padi. Kelangkaan tenaga kerja tanam padi menyebabkan jadwal tanam sering mundur/tidak tepat waktu, tidak serempak, bibit yang ditanam jadi tua sehingga berpengaruh terhadap indeks pertanaman padi, serta gangguan OPT yang akhirnya berpengaruh terhadap produksi padi. Ahmad dan Haryono (2007) menyatakan bahwa meskipun seluruh areal lahan sawah dapat ditanami, namun tidak tepat waktu. Hal tersebut disebabkan telah mulai terjadi keterbatasan tenaga kerja tanam. Keterlambatan panen dari kondisi gabah masak optimal akan meningkatkan kehilangan hasil dan penurunan mutu gabah. Kehilangan hasil akibat penundaan panen selama sehari saja pada varietas Cisadane panen MH mencapai 10,8%, bahkan penundaan selama tiga hari mencapai 22,9% (Damardjati et al. 1989). Menurut Ruiz dalam Ananto et al. (2003), kehilangan hasil bisa mencapai 5,63%; 8,64%; 40,70%; dan 60,45% masing-masing untuk keterlambatan pemanenan 1, 2, 3, dan 4 minggu. Tertundanya panen/perontokan merupakan awal penurunan mutu gabah dan beras. Tingginya kadar butir kuning merupakan salah satu bukti adanya penundaan perontokan dan penumpukan (Ananto et al. 2000).
Keywords
N Machinery and buildings/Mesin dan Bangunan Pertanian