Teknologi Budi Daya Kedelai Tumpang sari dengan Jagung
Loading...
Date
2019
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Abstract
Pengembangan budi daya kedelai di lahan kering beriklim kering bertanah Alfisol menghadapi kendala keterbatasan luas areal dan dominasi pertanaman jagung oleh petani, sehingga sistem tumpangsari menjadi solusi strategis tanpa mengurangi produksi jagung lokal. Penerapan teknologi tumpangsari baris ganda antara jagung (seperti varietas Pertiwi-6) dan kedelai varietas Dena 1 yang toleran naungan berhasil mengoptimalkan penggunaan lahan suboptimal ini. Melalui pemeliharaan terpadu—yang mencakup perlakuan benih, pemupukan berimbang gabungan pupuk organik (kandang 1,5 t/ha) serta anorganik (Urea, SP-36, KCl), dan pengendalian OPT secara berkala—sistem ini terbukti menghasilkan 4,00 t/ha biji kering jagung serta 1,29 t/ha biji kering kedelai. Selain panen biji, sistem tumpangsari ini turut menyediakan produk sampingan berupa biomas kering brangkasan jagung (7,16 t/ha) dan kedelai (2,56 t/ha) yang bernilai ekonomis tinggi sebagai pakan ternak di wilayah kering.
Description
Keywords
F Plant production/Produksi Tanaman::F08 Cropping patterns and systems/Pola Tanam dan Sistem Penanaman, F Plant production/Produksi Tanaman::F01 Crop Husbandry/Pertanaman