Anti Kurniawan Arion
No Thumbnail Available
Date
2025-11
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
SMK-PP NEGERI KUPANG
Abstract
Description
Indonesia merupakan negara agraris yang hingga saat ini masih menjadikan
sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan dan mata
pencaharian masyarakat pedesaan. Di antara berbagai komoditas pertanian, padi
(Oryza sativa L.) menempati posisi sentral karena beras sebagai produk olahannya
merupakan pangan pokok mayoritas penduduk. Oleh sebab itu, upaya peningkatan
produksi dan produktivitas padi menjadi prioritas nasional untuk menjamin
ketersediaan pangan, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani. Produksi padi pada
tingkat provinsi dan kabupaten dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain luas panen,
produktivitas (ton per hektar), ketersediaan sarana produksi, dan kondisi iklim.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kondisi agroklimat yang relatif
menantang dibandingkan beberapa provinsi lain di Pulau Jawa atau Sumatera; curah
hujan yang bersifat musiman dan periode kemarau yang panjang menuntut strategi
budidaya yang tepat agar produksi padi tetap optimal. Secara agregat, total produksi
padi Provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat pada kisaran ratusan ribu ton per tahun
(data tahun terakhir menunjukkan angka produksi provinsi NTT pada kisaran 707.79
ribu ton GKG). Pada tingkat kabupaten, data statistik pertanian menunjukkan variasi
produksi antar wilayah yang bergantung pada ketersediaan lahan sawah, sistem
pengairan, dan intensitas adopsi teknologi. Kabupaten Rote Ndao termasuk salah satu
kabupaten di NTT yang memiliki aktivitas pertanian padi sawah; publikasi statistik
sektoral kabupaten memuat data luas panen, produktivitas, dan produksi padi menurut
kecamatan sehingga menjadi rujukan penting untuk analisis kondisi produksi lokal.