Pengendalian Penyakit Jamur

dc.contributor.authorA. Mukelar
dc.contributor.authorM.K Kardin
dc.date.accessioned2026-07-20T16:00:21Z
dc.date.available2026-07-20T16:00:21Z
dc.date.issued1991
dc.description.abstractPenelitian kehilangan hasil oleh patogen-patogen utama di Indonesia masih sangat terbatas. Kerugian hasil sangat bervariasi tergantung kepada varietas, lokasi, musim, teknik budi daya, populasi serangga penular, dll. Pada padi gogo, misalnya, penyakit blas masih merupakan masalah utama dan kehilangan hasil pada varietas peka Bicol mencapai 50-90%. Sedangkan di lahan sawah, bakteri hawar daun dan penyakit lempuh daun (leaf scald) pada IR64 sangat menonjol. Sejak dilepasnya IR64 dan PB36, bakteri hawar daun menimbulkan kerusakan berat pada padi. Dengan makin populernya IR64, makin meluas pula penyakit bakteri-bakteri tersebut. Tetapi petani tampaknya tidak menganggap penyakit itu penting, selama aman dari wereng coklat, karena dengan kedua varietas tersebut petani masih memperoleh hasil 7-8 t/ha gabah kering panen.
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30364
dc.language.isoid
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
dc.titlePengendalian Penyakit Jamur
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
9 Pengendalian Penyakit Jamur.pdf
Size:
3.26 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections