Penggunaan Beluntas, Vitamin C dan E sebagai Antioksidan untuk Menurunkan Off-Odor Daging Itik Alabio dan Cihateup

No Thumbnail Available
Date
2011
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Ternak
Abstract
Daging itik selain alot, warnanya yang merah, juga mempunyai bau yang menyimpang (amis) (off-odor) dan mengandung asam lemak tidak jenuh yang tinggi. Bagi konsumen yang belum terbiasa, bau tersebut tidak disukai. Asam lemak tidak jenuh merupakan bahan yang mudah mengalami oksidasi. Penelitian ini menggunakan dua galur itik yaitu itik Alabio dan itik Cihateup, masing-masing terdiri atas 3 ulangan dengan 4 perlakuan pakan yaitu: 1) K0 (kontrol); 2) Pakan komersial + beluntas 0,5% (KB); 3) Pakan komersial + beluntas 0,5% + Vitamin C 250 mg/kg (KBC); 4) Pakan komersial + beluntas 0,5% + vitamin E 400 IU/kg (KBE). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan respons itik Alabio dan Cihateup terhadap pakan perlakuan dalam kandungan asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh dalam daging dan kulit sama, yaitu pada pakan perlakuan KBE tinggi dan KBC rendah. Tepung daun beluntas sebanyak 0,5% + vitamin E dalam pakan, mampu menurunkan intensitas off-odor dan mempertahankan performa itik dengan baik.
Description
Keywords
L Animal production/Produksi Hewan::L01 Animal husbandry/Peternakan
Citation