BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN MENGGUNAKAN KELAMBU DAN PEMASARAN DI KELOMPOK TANI TUNAS BAWANG DESA PEKALOBEAN, KECAMATAN ANGGERAJA, KABUPATEN ENREKANG
No Thumbnail Available
Date
2025-11-25
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Polbangtan Gowa
Abstract
Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas sayuran
unggulan yang mempunyai arti penting bagi masyarakat baik dilihat dari
nilai ekonomi yang tinggi maupun dari kandungan gizi. Teknik budidaya
bawang merah menggunakan metode kelambu. Kelambu berfungsi
sebagai alat untuk pengendalian OPT tanaman bawang merah.
Penggunaan kelambu dapat mengurangi penggunaan pestisida juga
dapat menghemat biaya untuk pembelian pestisida. Magang dilaksanakan
di kelompok tani Tunas Bawang desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja,
Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, bertujuan mengetahui
budidaya bawang merah (Allium cepa L.) dengan menggunakan kelambu,
proses pasca panen, dan alur pemasaran. Pelaksanaan magang
menggunakan metode praktik kerja, observasi, wawancara, dan
dokumentasi terkait budidaya, pasca panen, dan pemasaran bawang
merah. Hasil kegiatan di lapangan, pengolahan lahan hingga panen
membutuhkan waktu 65 - 75 hari dengan bibit varietas Tajuk. Kegiatan
budidaya bawang merah mengunakan kelambu meliputi pemasangan
kelambu, pengolahan lahan (pembersihan lahan, penggemburan lahan,
pembuatan bedengan, pemberian kapur dolomit, dan pemberian pupuk
dasar), penanaman, pemeliharan (penyiraman, pemupukan, penyiangan,
pengendalian hama dan penyakit), dan panen. Budidaya dilakukan
dengan menggunakan kelambu, dimana kelambu berfungsi sebagai
pelindung agar hama seperti ngengat tidak menempelkan telurnya pada
daun bawang merah.
Description
BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN MENGGUNAKAN KELAMBU DAN PEMASARAN DI KELOMPOK TANI TUNAS BAWANG DESA PEKALOBEAN, KECAMATAN ANGGERAJA, KABUPATEN ENREKANG