Pengendalian Gulma dd

Loading...
Thumbnail Image
Date
2012
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Tanaman ubijalar (Ipomoea batatas L.) memiliki daya adaptasi luas dan potensi hasil tinggi, tetapi laju pertumbuhan vegetatif awal yang lambat menjadikannya sangat rentan terhadap kompetisi gulma yang dapat menurunkan hasil hingga 40%. Spesies gulma dominan sangat bervariasi bergantung pada agroekosistem lahan (kering, sawah tadah hujan, irigasi, maupun pasang surut) yang terdiri atas golongan berdaun lebar, rumput, dan teki. Periode kritis persaingan terjadi pada umur satu bulan setelah tanam (sekitar 4 minggu), sehingga penundaan penyiangan hingga umur 8–10 minggu berisiko menurunkan hasil ubi antara 24% hingga 37%. Strategi pengendalian gulma secara efektif dan efisien dapat dilakukan melalui kombinasi cara biologis (penutupan kanopi tanaman), kultur teknis (penggunaan mulsa jerami/organik serta varietas berdaun lebar), ekologis (rotasi tanaman), manual (penyiangan dan pengeprasan guludan pada 3 minggu setelah tanam yang terbukti meningkatkan hasil ubi sebesar 15%), dan kimiawi (aplikasi herbisida pra-tanam untuk menghindari kerusakan mekanis serta racun pada tanaman).
Description
Keywords
F Plant production/Produksi Tanaman::F01 Crop Husbandry/Pertanaman, F Plant production/Produksi Tanaman::F08 Cropping patterns and systems/Pola Tanam dan Sistem Penanaman, F Plant production/Produksi Tanaman::F07 Soil cultivation/Pengolahan Tanah, H Protection of plants and stored products/Perlindungan Tanaman::H01 Protection of plants - General aspects/Perlindungan tanaman – aspek aspek umum, H Protection of plants and stored products/Perlindungan Tanaman::H60 Weeds/gulma
Citation