MEMILIH JENIS-JENIS HIJAUAN PAKAN TERNAK DAN BAHAN PAKAN TERNAK UNTUK DIOLAH DAN DIAWETKAN
No Thumbnail Available
Date
2024-09-15
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Pakan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang
keberhasilan usaha ternak, selain faktor genetik dan faktor lingkungan. Dalam
usaha ternak ruminansia, Hijauan pakan ternak (HPT) merupakan faktor
penting yang harus diperhatikan ketersediaannya, karena merupakan pakan
utama ternak ruminansia.
Hijuan pakan ternak terutama jenis rumput – rumputan dan limbah
pertanian merupakan bahan pakan yang mengandung serat kasar atau bahan
yang tak tercerna relatif tinggi. Namun ternak ruminansia membutuhkan
sejumlah serat kasar tersebut didalam ransumnya agar proses pencernaan
berjalan secara lancar dan optimal. Sumber utama serat kasar itu sendiri
adalah rumput – rumputan, baik jenis rumput unggul maupun rumput alam;
sedangkan jenis leguminosa merupakan pakan sumber protein.
Ketersediaan hijauan pakan ternak harus selalu ada mengingat
perannya sebagai pakan utama ternak ruminansia. Sementara produksi
hijauan pakan ternak di Indonesia berfluktuasi tergantung musim. Saat musim
penghujan produksi berlimpah dan saat musim kemarau produksi menurun.
Untuk menjamin kontinuitas ketersediaan pakan hijauan tersebut perlu upaya
pengawetan hijauan pakan sebagai cadangan pakan di musim kemarau.
Selain kontinuitas, faktor pakan yang harus diperhatikan juga adalah
jumlah ketersediaan pakan dan kualitasnya. Pemanfaatan limbah pertanian
misalnya jerami sebagai pakan ternak merupakan salah satu solusi untuk
mengatasi kekurangan produksi hijauan pakan, akan tetapi salah satu
kelemahan pakan yang berasal dari limbah pertanian adalah kualitasnya yang
rendah, sehingga perlu upaya untuk mengolah bahan pakan asala limbah
pertanian khususnya jerami untuk meningkakan kandungan nutrisi maupun
2
kecernaannya. Dalam melakukan pengolahan dan pengawetan pakan ternak
perlu pengetahuan terhadap karakteristik bahan pakan, agar dapat
menentukan jenis olahan yang tepat untuk bahan pakan tersebut.
Description
Pakan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang
keberhasilan usaha ternak, selain faktor genetik dan faktor lingkungan. Dalam
usaha ternak ruminansia, Hijauan pakan ternak (HPT) merupakan faktor
penting yang harus diperhatikan ketersediaannya, karena merupakan pakan
utama ternak ruminansia.
Hijuan pakan ternak terutama jenis rumput – rumputan dan limbah
pertanian merupakan bahan pakan yang mengandung serat kasar atau bahan
yang tak tercerna relatif tinggi. Namun ternak ruminansia membutuhkan
sejumlah serat kasar tersebut didalam ransumnya agar proses pencernaan
berjalan secara lancar dan optimal. Sumber utama serat kasar itu sendiri
adalah rumput – rumputan, baik jenis rumput unggul maupun rumput alam;
sedangkan jenis leguminosa merupakan pakan sumber protein.
Ketersediaan hijauan pakan ternak harus selalu ada mengingat
perannya sebagai pakan utama ternak ruminansia. Sementara produksi
hijauan pakan ternak di Indonesia berfluktuasi tergantung musim. Saat musim
penghujan produksi berlimpah dan saat musim kemarau produksi menurun.
Untuk menjamin kontinuitas ketersediaan pakan hijauan tersebut perlu upaya
pengawetan hijauan pakan sebagai cadangan pakan di musim kemarau.
Selain kontinuitas, faktor pakan yang harus diperhatikan juga adalah
jumlah ketersediaan pakan dan kualitasnya. Pemanfaatan limbah pertanian
misalnya jerami sebagai pakan ternak merupakan salah satu solusi untuk
mengatasi kekurangan produksi hijauan pakan, akan tetapi salah satu
kelemahan pakan yang berasal dari limbah pertanian adalah kualitasnya yang
rendah, sehingga perlu upaya untuk mengolah bahan pakan asala limbah
pertanian khususnya jerami untuk meningkakan kandungan nutrisi maupun
2
kecernaannya. Dalam melakukan pengolahan dan pengawetan pakan ternak
perlu pengetahuan terhadap karakteristik bahan pakan, agar dapat
menentukan jenis olahan yang tepat untuk bahan pakan tersebut.