Keragaan Pertumbuhan Tujuh Aksesi Jahe Merah di Pembibitan Menggunakan Benih Asal Tunas Tanpa Rimpang 93-100
No Thumbnail Available
Date
2015-04-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Kebutuhan benih jahe per-hektar sekitar 1-2 ton dan harga benih yang cukup tinggi, menjadikan kendala dalam
pengembangan jahe. Penggunaan benih yang berkembang sampai saat ini adalah benih dalam bentuk
potongan rimpang bertunas ukuran 30-50 g yang berasal dari hasil panen tua. Terobosan baru dalam teknik
pembibitan dengan mengefisienkan kebutuhan benih telah dilakukan dengan menggunakan tunas tanpa
rimpang. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca KP. Cimanggu, Balittro Bogor, sejak November 2014 sampai
Januari 2015 menggunakan tujuh aksesi jahe merah. Rimpang disemai di bak pembibitan yang berisi media
cocopit, masing-masing aksesi disemai, tanpa ulangan. Pemupukan diberikan dengan cara menyemprotkan
pupuk cair organik 3 cc/I, dua kali seminggu. Tunas yang berukuran 30 cm dengan 2-3 daun dipisahkan dari
rimpang, dipindah ke polibag yang berisi media tanah. Pembibitan dilakukan selama dua bulan. Pengamatan
dilakukan setiap dua minggu terhadap kecepatan bertunas dan jumlah tunas yang siap dipindahkan ke polibag.
Hasil penelitian menunjukkan jumlah tunas rimpang yang tumbuh dari satu kilogram rimpang, berkisar antara
163-387 tunas, populasi tunas terbanyak dihasilkan dari aksesi 006 dan terendah aksesi 004. Benih yang
diperoleh dan siap tanam di lapang mencapai minimum 250 benih dalam dua bulan. Apabila penanaman
dilakukan dengan satu tunas per lubang, maka kebutuhan benih per hektar hanya memerlukan 20-30% dari
volume kebutuhan benih umumnya yaitu 200-300 kg rimpang. Efisiensi biaya benih cukup tinggi, dengan harga
benih Rp. 25.000,-/kg dengan biaya Rp. 7.500.000,- per ha, sedangkan apabila menggunakan sistim pembibitan
dengan rimpang akan memerlukan biaya sekitar Rp. 25.000.000,-. Keuntungan lainnya benih dapat tersedia
setiap saat, sehingga masalah kelangkaan benih dapat dengan mudah diatasi. Model perbanyakan seperti ini
tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh petani dalam mengefisiensikan benih, akan tetapi dapat dimanfaatkan
juga dalam konservasi plasma nutfah dan penyediaan benih sumber yang harus tersedia setiap saat.
Kata kunci: Zingiber officinale var. rubrum, teknik pembibitan, benih tunas tanpa rimpang