PENGARUH NAA DAN IBA TERHADAP PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) IN VITRO
No Thumbnail Available
Date
2004-07-14
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor
Abstract
Purwoceng
yolk.)
merupa kan tanaman obat langka yang cukup potensial
untuk dikembangkan sebagai bahan baku
ini diperlukan
Untuk mendukung budidaya tanaman
bahan tanaman yang memadai . Keberhasilan teknik
pe rbanyakan in vitro purwoceng untuk memperoleh
bahan tanaman secara massal masih dibatasi oleh
suli tnya menginduksi akar yang berpengaruh terhadap
keberhasilan aklimatisasi di lapangan. Penelitian
untuk mendapatkan
teknik
indu ksi
bertujuan
perakaran dengan menggunakan dua j enis auksin (NAA
dan IBA) pada berbagai taraf konsentrasi yaitu O •
1.5 dan 2.0
0.6 ; 0.8
1.0
0.4
0.1
0.2
mg/ 1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
Acak lengkap dengan tiga ulangan. Parameter yang
diamati adalah j umlah akar, panjang akar dan
serta penampakan kultur secara
j umlah daun layu
visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auksin
balk NAA maupun IBA dapat menginduksi akar
purwoceng in vi tro, namun penggunaan NAA pada
konsentrasi 1.5 mg/ 1 menghasilkan akar yang lebih
banyak yaitu 18.3 buah, dalam waktu empat minggu
setelah kultur dan berbeda nyata dari perlakuan
lainnya. Akar terpanjang dihasilkan dari
t idak berbeda nyata
NAA 0.6 mg/ I (2.0 cm) tapi
dengan perlakuan NAA 1.5 mg/ I cru). Daun layu
pal ing sedikit diperoleh pada perlakuan NAA 0.2
mg/ I yaitu O .36 helai. Dari penelitian ini, NAA