PROSPEK KULTUR JARINGAN TANAMAN UNTUK PRODUKSI BAHAN OBAT ALAMI

No Thumbnail Available
Date
2004-07-14
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Grup Riset Bioteknologi Tanaman Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Jl. Dharmawangsa dalam, Surabaya 60286
Abstract
Sejarah bioteknologi tanaman atau kultur jar ingan tanaman (KJT) dimulai sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 1902 Oleh Haberlandt, mulai berkembang pesat Sejak tahun limapuluhan, dan berkat usaha intensif dari berbagai grup peneliti sekarang telah berhasil dikultivasikan di dunia, secara in vitro sel kalus tanaman di dalam suatu bioreaktor dengan volume 100 sampai 75.000 liter 1990; Ramachandra (Westphal , Rao Rao and Ravi sshankar, 2002) , dan diperkenalkannya sel/tanaman transgenik yang mempunyai sifat unggul tertentu dan bahkan dapat memproduksi vaksin dan (www. geoties . com. , protein mamalia tertentu Sekarang bioteknologi tanaman sbc. ucdavis . edu) . dipakai pada bidang pertanian umu mnya (agrobiotechnology) dan farmasi /kimia ( industrial plant cell biotechnology) . Selain itu sistem kultur jaringan tanaman/bioteknologi tanaman pada saat ini banyak pula digunakan untuk studi bio—remediasi bahan organik beracun dan logam—logam berat (Hacek, 2000) . Pada bidang pertanian bioteknologi tanaman pemul i aan tanaman dan untuk dapat dipakai Menurut Pierik (1991) di Eropa mikropropagasi. Barat pada tahun 1988 terdapat 248 perusahaan komersial yang memproduksi bibit tanaman secara 37 diantaranya memproduksi lebih mi kropropagasi, total bibit/tahun, sedangkan dari sejuta produksinya pada tahun 1988 adalah sebesar 212, 5 juta bibit. Di Belanda pada tahun 1995 diproduks
Description
Keywords
Citation