Kandungan Kimia Daun dari Pohon Pala Jantan dan Betina BerdasarkanGCMS 225-230
No Thumbnail Available
Date
2016-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pertanian
Abstract
Pala (Myristica fragrans) merupakan tanaman rempah asli Indonesia, dengan produk utama berupa bijidan
fuli yang menghasilkan minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kandungan kimia utama di dalam
minyak atsiri adalah miristisin. Minyak atsiri pala digunakan untuk bahan industri farmasi dan kosmetik
diantaranya sebagai antioksidan, anticonvulsant, analgesik, anti-inflammatory, antidiabet, antibakteri dan
antijamur. Selain dari biji atau fuli, minyak atsiri pala juga terdapat dalam daging buah dan daun. Pada
penelitian ini penyulingan minyak atsiri dilakukan dari daun bertujuan untuk mengetahui komponen kimia
utama dan peluang pemanfaatannya lebih lanjut. Sampel daun pala diperoleh dari Canti, Rajabasa,
Lampung Selata. Daun dipetik dari tanaman pala betina dan tanaman pala jantan umur 70 tahun. Daun
pala betina campuran dari 10 pohon, daun sudah sempurna (tidak tua dan tidak muda); daun pala jantan
diambil dari 2 pohon. Daun dikeringaginkan sebelum disuling. Penyulingan menggunakan destilas uap
dilakukan di Labboratorium Balittro Bogor. Kandungan minyak atsiri pada daun hasil penyulingan berkisar
0,98 – 1,02%. Minyak atsiri selanjutnya dianalisis kandungan kimianya menggunakan Gas Chromatograру
Mass-Spectrofotometry (GC-MS). Jumlah komponen kimia yang terdeteksi berdasarkan GCMS dalam
minyak atsiri daun dari pohon pala betina sebanyak 23 dan pada daun pala jantan adalah 29. Komponen
kimia tertinggi adalah miristisin. Kadar miristisin dalam daun pala jantan (70,54%), jauh lebih lebih tinggi
dari daun pala betina (14,57%). Kandungan kimia lainnya yang dominan pada daun pala betina adalah
pinen, beta pinen, alpha limonen, dan p-alylguaiacol, sedangkan pada daun pala jantan adalah leucitidine,
sabinen dan kauren.
Kata kunci: Myristica fragrans, daun, minyak atsiri.