Lada Hitam Aplikasi Pengendalian Hayati dan PengaruhnyaTerhadap Kadar Piperin dan Produksi 203-208
No Thumbnail Available
Date
2016-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pertanian
Abstract
Penggunaan agensia hayati untuk mengurangi penggunaan pestisida dalam rangka pengendalian hama penyakit tanaman saat ini
mulai digalakkan lagi. Piperin adalah komponen utama lada dan merupakan salah satu komoditas perdagangan yang
digunakan sebagai bahan penting untuk industri obat-obatan dan flavoring agent dalam bahan makanan atau
minuman. Persyaratan kadar piperin dan minyak atsiri dalam SNI lada hitam 01-0005-1995 hanya mencantumkan
sesuai hasil analisa sedangkan standar ASTA, ESA dan ISO untuk piperin lada hitam minimal adalah 4%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pengendalian hayati yang berbeda terhadap
kadar piperin dan produktivitas lada hitam. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Natar, sejak bulan
Maret 2014 sampai dengan bulan Maret 2015. Perlakuan yang diterapkan adalah 6 (enam) cara
pengandalian hayati pada tanaman lada yaitu: Penanaman Alium odorum L. (kucai) di sekitar tanaman lada
(A); Penanaman Arachis pintoi sebagai penutup tanah. (B); Aplikasi Trichoderma spp + pupuk kandang. (C);
Penyemprotan Beauveria spp. (D); Aplikasi mikoriza. (E); dan Tanpa perlakuan pengendalian hayati /kontrol
(F). Data yang terkumpul dianalisis secara diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi
pengendalian hayati yang berbeda pada tanaman lada tidak terlalu berpengaruh terhadap kadar piperin
lada hitam yang dihasilkan, dengan kadar piperin berkisar antara 2,62% - 2,78%; sedangkan produksi lada
hitam tertinggi terdapat pada perlakuan aplikasi mikoriza (E) sebesar 250,29 g/pohon, dan produksi lada
hitam terendah terdapat pada perlakuan kontrol/tanpa pengendalian hayati (F) sebesar 34,29 g/pohon.
Kata kunci : lada hitam, pengendalian hayati, piperin,