Peluang Pemanfaatan Tanaman Jati Mas dan Sengon sebagai Media Panjatan Tanaman Lada 111-116
No Thumbnail Available
Date
2016-12-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pertanian
Abstract
Tanaman lada (Piper nigrum L) merupakan tanaman tropik basah penghasil rempah yang bernilai ekonomi
tingg, dan membutuhkan tiang panjat untuk menghasilkan buah yang tinggi. Tanaman yang biasa digunakan
sebagai tiang panjat adalah glirisidia. Pemilihan glirisida tidak terlepas dari sifat tumbuhnya yang relatif
cepat dan bukan sumber inang hama dan penyakit lada. Kelemahan dari tanaman glirisidia adalah ketika
musim kemarau daunnya akan gugur, menyebabkan tanaman lada tidak ternaungi. Kekurangan lainnya
adalah tanaman glirisidia tidak mempunyai nilai ekonomi, ketika tanaman lada sudah tua dan tidak
menghasilkan, tanaman glirisidia tidak dapat menggantikan penghasilan petani yang hilang. Pada saat ini,
terdapat tanaman kehutanan yang berpeluang sebagai tanaman tiang panjat, karena mempunyai
pertumbuhan yang relatif cepat, perakaran dalam, tahan pangkas dan bukan sebagai sumber inang hama
dan penyakit lada, serta memiliki kesesuaian lahan dan iklim yang hampir sama dengan tanaman lada.
Tanaman tersebut adalah jati mas dan sengon. Pada umur 7 bulan setelah tanam tanaman jati mas dan
sengon telah memiliki tinggi sekitar 135 cm dan 277 cm dengan diameter 2,93 cm dan 4,10 cm. Pada umur
18 bulan setelah tanam tanaman jati mas dan sengon dapat mereduksi intesitas cahaya sebesar 31% dan
80% pada musim kemarau, sedangkan glirisidia hanya dapat mereduksi cahaya sebesar 6%. Penurunan
intensitas cahaya diperlukan dimusim kemarau manakala tanaman lada masih muda.
Kata kunci : Lada, tiang panjat, jati mas, sengon.