Silang Balik Lada Hibrida dan Kemampuan Perkecambahannya 91-96
No Thumbnail Available
Date
2016-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pertanian
Abstract
Lada (Piper nigrum L.) merupakan tanaman sumber devisa bagi Indonesia, namun terkendala oleh penyakit
busuk pangkal batang (BPB). Pembentukan varietas unggul tahan penyakit merupakan salah satu cara yang
dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut. Persilangan intra spesies maupun antar spesies silang
tunggal (single cross) telah dilakukan, namun hasil persilangan tersebut produksinya lebih rendah dibanding
dengan tetuanya. Untuk mengembalikan sifat unggul tetua, maka dilakukan silang balik dengan tetua awal
(back cross). Penelitian bertujuan untuk mengetahui keberhasilan persilangan dan perkecambahan benih
hasil silang balik lada (back cross). Bahan tanaman yang digunakan adalah hibrida hasil persilangan sebagai
betina LH 6-2 (N2 x Belantung), LH 37-16 (LDL x P1), LH 4-5-5 (N2 x LDL),dan LH N2xBK, dengan tetua awal
sebagai jantan (Natar 2, Lampung Daun Lebar, Petaling 1, Besar Kota Bumi dan Belantung). Dari masingmasing hibrida dan tetua awal ditanam sebanyak 10 pot yang digunakan sebagai sumber bunga betina dan
sebagai sumber bunga jantan. Parameter yang diamati adalah jumlah tandan yang disilangkan, tandan
rontok, buah jadi, buah dipanen, jumlah biji disemai, kecepatan tumbuh biji, jumlah daun, dan tinggi
tanaman. Penelitian menggunakan obsevasi langsung terhadap individu yang berhasil disilang balik (back
cross). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase keberhasilan persilangan relatif tinggi (52,95%).
Daya hasil kecambah benih hasil silang balik awal 70 – 80%, namun dilihat kemampuan benih setelah
berkecambah yang bertahan hidup > 60%.
Kata kunci: Piper nigrum, single cross, back cross, perkecambahan benih.