Leaflet
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Leaflet by Subject "A Agriculture/Pertanian"
Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
- ItemDukungan Diseminasi Dalam Implementasi Teknologi Agroklimat Dan Hidrologi Untuk Peningkatan Kapasitas Adaptasi Petani(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2021-07-31) Kurniawan, HariKementerian Pertanian berupaya untuk tetap menjaga ketahanan pangan Indonesia, salah satunya dengan program strategis peningkatan kapasitas adaptasi petani dengan kemampuan dan pengetahuan. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (BALITKLIMAT) turut serta dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian tersebut dengan cara memberikan Bimbingan Teknis kepada petani dan penyuluh. Selama tahun 2021 hingga kuartal ke-3 Balitklimat telah melaksanakan beberapa bimbingan teknis diantaranya di 4 Kabupaten di Provinsi Lampung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumenep dan Kota Yogyakarta. Bimbingan Teknis tersebut petani diberi beberapa materi seperti mengenal karakteristik kejadian hujan ekstrem serta kebutuhan air tanaman. Disamping itu di sela materi tersebut, Balitklimat tidak lupa mensosialisasikan teknologi dan inovasi agroklimat dan hidrologi seperti Kalender Tanam Terpadu dan Aplikasi Sirami Kebunku.
- ItemHidroponik Tenaga Surya(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2021-05-31) Pujilestari, NurwindahHidroponik merupakan teknik bertanam dengan menekankan pada pemenuhan nutrisi tanaman atau dalam aplikasi sehari-hari hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa tanah. Kebutuhan lahan yang luas kemudahan cara bertanam dan perawatannya, usia panen yang lebih cepat serta produk yang lebih bersih merupakan faktor-faktor yang menyebabkan kegiatan bercocok tanam sistem hidroponik cepat diadaptasi dan berkembang di masyarakat baik untuk tujuan hobi maupun komersial. Salah satu sistem hidroponik yang populer digunakan saat ini adalah sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique). Pada sistem hidroponik NFT, pasokan nutrisi tanaman dialirkan secara terus menerus melalui pipa atau talang melewati titik-titik pertanaman. Sistem ini memudahkan kontrol nutrisi tanaman, serta memungkinkan pertumbuhan tanaman lebih cepat karena pasokan dan sirkulasi oksigen, air dan nutrisi dapat dilakukan secara op Keunggulan lain dari sistem hidroponik NFT adalah, mampu menghemat air hingga 64% dibandingkan dengan sistem DWC (Deep Water Culture) dan konvensional (Majid et al, 2021), sehingga teknik ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan di daerah-daerah kering.
- ItemImproving Irrigated Agriculture Through Integrated Water Resources Management In Klaten Regency: An Organizational Approach(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2013-03-31) Sosiawan, HendriIn developing countries as Indonesia, competition in water use for agriculture, industry and domestic purposes is increasingly tight often result in conflict. The unplanned population dynamic, population growth and settlement shift exacerbates the problems with increasing demand for industrial and domestic uses. Unfortunately, without the availability of appropriate data on supply and demand water allocation are increasing in the other sectors at the expense of agriculture. This condition will lead to conflict among water users. Farmers that produce food for all people in the country are very often become the losersin many negotiation among the stakeholders. The water supply is decreasing and more unpredictable due to decreasing the water retention capacity because of watershed degradation, and becoming less predictable because of climate change. While the demand are increasing because of population growth and developing economy and aggravated by urbanization to the urban areas downstreams. Klaten Regency is one of rice center production in Indonesia as a typical case of water sharing problem not only among the stake holder but also among farmer water users as well. The curiousity among the stake holder was triggered by the several water regional situation factors i.e. no rainfall and weak river flows during the dry season, disorganization of former collective management system, degradation of irrigation network, illegal water intake, lack of canal maintenance ets. The multi user of water resources and its spatial distribution of Klaten Regency. The decreasing water availability problems for rice field particulary in downstream area have caused the third growing season can not be implemented if there is no provision of supplementary irrigation from groundwater. Given that the issue of disputes between water users in the Klaten Regency become more frequent and more complex, CIRAD and IAHRI propose and take the initiative to develop a participatory approach intended for all stakeholders on the agreement a step towards the Integrated Water Resources Manamegent.
- ItemInfrastruktur Panen Air Untuk Mendukung Pertanian Indonesia(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2021-03-31) Nurkhaida, RisqaBeberapa tahun terakhir isu ketahanan pangan menjadi sering diperbincangkan karena populasi penduduk semakin bertambah yang menyebabkan peningkatan kebutuhan pangan masyarakat. Dengan peningkatan kebutuhan pangan masyarakat, upaya untuk meningkatkan produkas hasil pertanian juga menjadi perhatian khusus untuk dilaksanakan. Namun, seringkali ketersediaan air saat musim kemarau menjadi kendala sehingga produksi tanaman pangan kurang sesuai dengan yang ditargetkan. Untuk itu dalam rangka mendukung upaya tersebut, pemerintah melalui Inpres No. 1 Tahun 2018 tentang Percepatan Penyediaan Embung Kecil dan Bangunan Penampung Air lainnya di Desa oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian mencoba untuk membuat dan memperbaiki beberapa infrastruktur panen air yang berguna untuk menyediakan air untuk pertanian khususnya saat musim kemarau. Infrastruktur panen air dibedakan berdasarkan jenis dan fungsinya disesuaikan dengan potensi sumberdaya air, topografi dan luas lahan. Penetapan jenis dan komponen infrastruktur panen air akan dijelaskan lebih lanjut sehingga menambah informasi mengenai infrastuktur panen air tersebut.
- ItemKegiatan Ketahanan Iklim Inti Dalam Adaptasi Perubahan Iklim Dari Sektor Pertanian(Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2021-11-01) Hervani, AnggriDaya dukung iklim memberi andil besar terhadap keberhasilan usaha pertanian. Kendala kekurangan air terutama pada saat musim kering yang berlangsung lama merupakan kendala yang muncul karena perubahan iklim. Pengetahuan petani terhadap pola tanam yang masih mengandalkan kebiasaan dan naluri menjadikan usaha tani seringkali menghadapi perisa kekurangan iar (Syahbuddin et al, 2007). Proyeksi Iklim Indonesia berdasarkan skenario RCP4.5 menunjukan kenaikan suhu mencapai 1.5C pada tahun 2100, dan menggunakan skenarion RCP8.5 mencapai 3.5C. Hal ini akan berdampak pada terjadinya perubahan pola curah hujan. Ekstrem variability akan lebih gi apapun skenarionya. Kemudian, kejadian iklim ekstrem kering dan basah akan lebih sering berpeluang di atas normal. Sehingga, peningkatan musim kemarau dan beberapa wilayah mengalami penurunan intensitas curah hujan. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya potensi kekeringan dan meningkatkan potensi penurunan ketersediaan air. Peningkatan musim kemarau ekstrim akan berdampak pada perubahan fisiologis tanaman padi sehingga berimbas akan meningkatkan potensi penurunan produksi padi. Variabilitas iklim di Indonsesia ditandai dengan telah meningkatnya suhu selama beberapa dekade dan diperkirakan akan terus meningkat. Indikator terjadinya perubahan iklim juga ditandai dengan adanya indikasi peningkatan level permukaan laut hingga tahun 2100 (IPCC 2007) yang mengakibatkan dataran rendah di sepanjang pantai akan beresiko mengalami bencana banjir yang lebih gi (PEACE 2007). Selain itu, terjadi perubahan dalam musim hujan dan musim kemarau dimana curah hujan pada musim hujan di wilayah bagian selatan Indonesia meningkat sementara curah hujan dimasa kemarau di wilayah bagian utara meningkat (Boer dan Faqih 2004, Naylor et al. 2007). Kondisi perubahan iklim di atas menegaskan penya kapasitas beradaptasi terhadap perubahan iklim bagi petani dalam upaya untuk mempertahankan produksi pangan terkiat pemenuhan kebutuhan pangan penduduk Indonesia dan mendukung program Indonsesia sebagai lumbung pangan dunia.
- ItemModern Irrigation To Support The Large Scale Agriculture Development(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2012-08-01) Sosiawan, HendriLarge scale agricultural development for food crops will only be successful if supported by best fit agricultural practices, including the application of modern irrigation.. Irrigation is the artificial application of water to the land or soil. It is used to assist in the growing of agricultural crops, maintenance of landscapes, and revegetation of disturbed soils in dry areas and during periods of inadequate rainfall. To reach targeted production a long the year, the water supply using the modern mechanized irrigation system is a must. The modern irrigation must supply water at rates, in quantities and at times needed to meet farm irrigation requirements and schedule. The most popular of the modern irrigation systems to support water supply at farm irrigation namelly Sprinkle Irrigation, Center Pivot Irrigation and Lateral Move Irrigator system.
- ItemPengembangan Teknologi Hemat Air Untuk Efisiensi Irigasi Pada Lahan Kering Iklim Kering Pertanian Di Desa Senayan – Sumbawa Barat(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2021-09-30) Argo Baroto, YuliusLahan kering beriklim kering adalah hamparan lahan yang tergenang air pada sebagian besar waktu dalam setahun dan berada di daerah iklim kering. Curah hujan tahunan yang rendah dengan jumlah bulan kering lebih dari tujuh bulan mengakibatkan wilayah ini sering mengalami kekurangan air yang mengakibatkan produkas tanah rendah. Untuk meningkatkan produkvitas lahan diperlukan penerapan inovasi teknologi pertanian, salah satunya adalah teknik pengelolaan air.