Sumber Daya Lahan Pertanian
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Sumber Daya Lahan Pertanian by Subject "A Agriculture/Pertanian"
Now showing 1 - 20 of 24
Results Per Page
Sort Options
- ItemAdaptasi Varietas Kentang Dataran Rendah(BPTP Karangploso, 1998) WIDJAJANTO, D.D.; T. Sudaryono; C. Hermanto
- ItemAdaptasi Varietas Pisang di Lahan Kering Dengan Pola Tanaman Sela(BPTP Karangploso, 1998) PURNOMO, S; Baswarsiati; A.Roudhy Effendy
- ItemAgriculture Conservation for Extreme Agricultural Practices to Minimize Runoff Harvesting at Gumuk Micro Catchment, Boyolali Regency, Central Java(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2013-06-01) Sosiawan, HendriMost of the farmer in Gumuk Village, Boyolali Regency famous for the cultivation of high value crops such as vegetables, tobacco, rose and fennel. The cultivated land situated at an altitute about 15400 m above see level which the dominant step slopes to reach more than 45 % of Merapi Mountain as well as the upper part of upstream of Kali Pusur watershed. The common agricultural practicesof local farmer is traditional as well as parallel to the slope planting, low dosage of dung, compost and cemical fertilizer, and only a few farmers who grow roses and the fennel as a vegetative terrace. The consequences are high risk of erosion, land slide, sediment yield and runoff harvesting. The phenomenon will indirectly affect the hydrologic variability such as flash floods in the rainy season, sedimentation of the reservoirs and irrigation networks and declining on the recharge rate of aquifers that constitute the main water resource during dry season in the downstream area which is largely a food crop production center of Klaten regency
- ItemAnalisa Pengembangan Wilayah Usahatani Lahan Kering Desa Geger Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung(BPTP Jatim, 2002) ANDRI, Kuntoro Boga; Zaenal Arifin
- ItemAnalisis dan Penenaggulangan Masalah Pembangunan di Jawa Timur(BPTP Jatim, 2002) SUYAMTO
- ItemAnalisis Ekonomi Pola tanaman Pisang di Lahan Kering Das Brantas(BPTP Karangploso, 1998) WAHYUNINDYAWATI; F. Kasijadi; D.D.Widjajanto
- ItemCara Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca pada Berbagai Lahan dan Jenis Tanaman Pertanian(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian, 2011) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan PertanianPerubahan iklim akibat peningkatan emisi (pelepasan) gas rumah kaca (GRK) telah memperlihatkan dampak yang mengkhawatirkan yang antara lain terlihat dari perubahan pola hujan, peningkatan suhu udara, dan naiknya permukaan laut. Hal ini secara langsung mengancam sistem produksi sektor pertanian. Perubahan pola hujan, misalnya, telah meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir dan kekeringan, sementara naiknya permukaan laut telah pula menyebabkan semakin luasnya lahan pertanian yang terkena pengaruh salinitas atau kandungan garam tinggi. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menekan emisi GRK nasional dari tingkat BAU (business as usual) sebesar 26% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan negara lain pada tahun 2020. Untuk itu, berbagai strategi telah disiapkan oleh masing-masing sektor terkait, terutama kehutanan, pertanian, energi, transportasi, dan industri. Salah satu kegiatan dalam upaya mitigasi dan adaptasi GRK di bidang pertanian adalah “Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan untuk Meningkatkan Penyerapan Karbon dan Penurunan Emisi GRK” yang diselenggarakan di empat lokasi lahan gambut di Sumatra dan Kalimantan. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan data yang akurat tentang berbagai aspek meliputi total emisi karbon dari lahan gambut, pengaruh berbagai kematangan gambut terhadap emisi GRK, serta sistem usahatani rendah emisi karbon
- ItemIventarisasi dan Evaluasi Paket Teknologi Pertanian Asli Pedesaan(BPTP Jatim, 2002) PANGARSA, N.; E. YogawatI; B.Siswanto
- ItemJurus Jitu Menyikapi Iklim Ekstrem El Niño dan La Niña untuk Pemantapan Ketahanan Pangan(IAARD Press, 2018-09-02) Sulaiman, Andi Amran; Agus, Fahmudin; Noor, Muhammad; Dariah, Ai; Irawan, Bambang; Surmaini, Elza; Balitbangtan
- ItemMembangun Petak Demonstrasi untuk Menekan Emisi GRK di Lahan Gambut(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian, 2011) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan PertanianPerubahan iklim akibat peningkatan emisi (pelepasan) gas rumah kaca (GRK) telah memperlihatkan dampak yang mengkhawatirkan yang antara lain terlihat dari perubahan pola hujan, peningkatan suhu udara, dan naiknya permukaan laut. Hal ini secara langsung mengancam sistem produksi sektor pertanian. Perubahan pola hujan, misalnya, telah meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir dan kekeringan, sementara naiknya permukaan laut telah pula menyebabkan semakin luasnya lahan pertanian yang terkena pengaruh salinitas atau kandungan garam tinggi. Salah satu kegiatan dalam upaya mitigasi dan adaptasi GRK di bidang pertanian adalah “Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan untuk Meningkatkan Penyerapan Karbon dan Penurunan Emisi GRK” yang diselenggarakan di empat lokasi lahan gambut di Sumatra dan Kalimantan. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan data yang akurat tentang berbagai aspek meliputi total emisi karbon dari lahan gambut, pengaruh berbagai kematangan gambut terhadap emisi GRK, serta sistem usahatani rendah emisi karbon. Selain itu, kegiatan yang didukung oleh ICCTF-BAPPENAS ini juga diharapkan dapat dipakai sebagai rujukan dalam upaya pencapaian ketahanan pangan nasional serta peningkatan devisa, lapangan kerja, dan pendapatan penduduk.
- ItemPemanfaatan Teknologi Radar untuk Pemetaan Sumber Daya Lahan Pertanian(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2013-10-01) Wahyu Trinugroho, MuhammadKebutuhan peta lahan pertanian yang clear dan clean untuk mendukung perencanaan dalam bidang pertanian yang sangat mendesak. Sistem Teristris yang selama ini dilakukan, membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang relatif mahal. Dengan perkembangannya teknologi penginderaan jauh kendala yang ada dapat di minimalisir. Teknologi penginderaan jauh sangat pesat sekarang ini, ada 2 sistem penginderaan jauh yang berkembang, yaitu penginderaan jauh optis dan penginderaan jauh radar. Sistem optis, tergantung pada energi matahari dalam proses perekaman data, sedangkan sistem radar menggunakan energi gelombang radio untuk merekam data. Pemanfaatan tekonologi radar banyak dimanfaatkan untuk keperluan militer. Di sisi lain kondisi geografis dan iklim di Indonesia yang heterogen menjadi kendala selama ini dalam akuisisi data melalui penginderaan jauh optis. Kondisi awan yang menutup wilayah Indonesia menjadikan citra optis tidak dapat memotret lahan secara baik. Teknologi radar melalui gelombang radio dapat menembus awan dan dapat merekam data baik pada siang hari maupun malam hari.
- ItemPemberdayaan Wanita Pedesaan Dalam Usaha Pengolahan Hasil Pertanian di Lahan Kering(BPTP Jatim, 2002) RETNANINGTIYAS, E.; S.R. Sumarsono; Yuniarti
- ItemPenentuan Komoditas Unggulan Di Propinsi Jawa Timur(BPTP Jatim, 2006) ERNAWANTO, QD; G. Kartono
- ItemPengaruh Pemberian Pupuk Cair “Multimicro” Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Sawah(BPTP Jatim, 2007) KUSUMAINDERAWATI, E.P.; F. Kasijadi; Abu
- ItemPengaruh Pemberian Pupuk NK Majemuk “Kalon” Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah(BPTP Jatim, 2007) KUSUMAINDERAWATI, E.P.; F. Kasijadi; Abu
- ItemPengaruh Pemupukan N dan K Serta Kerapatan Tanaman Terhadap Pertumbuhan Pisang di Lahan Kering(BPTP Karangploso, 1998) ERNAWANTO, Q.D.; D.D. Widjajanto; E. Sugiartini
- ItemPengaruh Pupuk NK Majemuk “Challon” Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Sawah(BPTP Jatim, 2007) KUSUMAINDERAWATI, E.P.; F. Kasijadi; Abu
- ItemPengkajian Pupuk Alternatif Pada Padi di Jawa Timur(BPTP Jatim, 2002) KASIJADI, F; Suwono; G. Kartono
- ItemPengkajian Rakitan Teknologi Usahatani Konservasi Pada Tanah Berkapur Lahan Kering di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek(BPTP Karangploso, 1998) HARDIANTO, Ruly
- ItemPengkajian Teknologi Usahatani Terpadu Melalui Siklus Biologi Pemanfaatan Biomas(BPTP Jatim, 2002) HARSIANTO, R.; D.E. Eahyono; K.B. Andri