Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Yusuf, Eddy Supriadi"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    INDUSTRI KELAPA INDONESIA: KINERJA DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN MENUJU PENINGKATAN NILAI TAMBAH DAN DAYA SAING
    (PSEKP, ) Hestina, Juni; Purba, Helena Juliani; Yusuf, Eddy Supriadi; Dabukke, Frans Betsi Marjohan; Erwidodo; Azhari, Delima; Darwis, Valeriana
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Simulasi Kebijakan Insentif Untuk Pabrik Gula dan Pekebun Tebu melalui Penetapan Imbal Jasa Pengolahan Tebu
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2022-12) Wahyudi, Agus; Purwono; Wulandari, Suci; Yusuf, Eddy Supriadi; Sujianto
    Saat ini sistem imbal jasa natura, yaitu pembayaran natura dari hasil gula dan tetes, masih dominan dilaksanakan dalam pengolahan tebu rakyat walaupun sistem penjualan tebu diadakan secara langsung kepada pabrik gula (PG). Dalam kurun waktu 2015-2019 telah terjadi penurunan areal tanam tebu dan produksi gula nasional secara berarti, yang diduga salah satunya karena rendahnya tingkat insentif bagi pekebun akibat sistem imbal jasa natura pengolahan tebu. Oleh karena itu perlu dilakukan simulasi kebijakan insentif untuk pabrik gula dan pekebun tebu melalui penetapan imbal jasa pengolahan tebu. Simulasi ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi tingkat insentif yang diperoleh PG dan pekebun tebu pada tingkat imbal jasa pengolahan yang berlaku (aktual), dan (2) menentukan tingkat imbal jasa pengolahan optimal pada target tingkat insentif minimum yang diperoleh PG dan bagian gula pekebun tebu. Dengan metode komparatif antara tingkat insentif (dengan indikator marjin keuntungan) aktual dengan optimal, kemudian dilakukan evaluasi tingkat imbal jasa natura yang sebaiknya diberlakukan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat insentif yang diperoleh PG pada tingkat imbal jasa natura untuk pengolahan tebu aktual terlalu tinggi, yang berakibat tingkat insentif yang diperoleh pekebun tebu menjadi tertekan sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha tani lainnya. Walaupun demikian, tidak dengan serta merta PG dapat meraih keuntungan karena kebanyakan PG beroperasi di bawah kapasitas minimum, pada sisi lain banyak pekebun yang mengurangi atau tidak lagi mengusahakan tebu sehingga areal tebu terus menurun. Untuk menghindari semakin berkurangnya areal tebu, maka perlu dilakukan penyesuaian kebijakan tingkat imbal jasa gula untuk pengolahan tebu pada kisaran 25,35%-25,90% dari yang semula 34%. Melalui penyesuaian ini diharapkan marjin keuntungan yang diperoleh pekebun tebu dapat meningkat dan usaha tebu dapat bersaing dengan usaha tani lainnya. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v20i2.137-145
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Strategi Keberlanjutan dan Model Bisnis Kopi Arabika di Jawa Barat: Studi Kasus di Kabupaten Garut
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2022-06) Yusuf, Eddy Supriadi; Fahmi, Idqan; Indrawan, Raden Dikky
    Areal pertanaman Kopi Arabika di Kabupaten Garut Jawa Barat pada tahun 2020 sangat terbatas dan produksinya masih rendah, sementara permintaan terus meningkat dan prospek bisnisnya cukup baik. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menganalisis rantai nilai dan kinerja, menentukan status keberlanjutan ditinjau dari dimensi lingkungan, ekonomi, sosial, pemasaran dan kebijakan, serta merumuskan strategi keberlanjutan dan model bisnisnya. Analisis kinerja dan rantai nilai menggunakan analisis deskriptif, untuk merumuskan model bisnis digunakan metode Social Model Bisnis Canvas (SBMC), dan untuk mengetahui status keberlanjutannya menggunakan Multidimensional Scalling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok kopi cukup pendek, hanya tiga pelaku saja karena produksi masih terbatas sementara permintaan cukup besar. Pedagang besar melakukan pembelian secara langsung pada petani atau pedagang desa/kecamatan. Hasil analisis Rap-Coffee menemukan bahwa status usaha Kopi Arabika cukup berkelanjutan dengan nilai analisis MDS rata-rata 55,65 dan nilai stress rata-rata tiap dimensi 0,17. Hasil analisis MDS menunjukkan dimensi sosial memiliki nilai indeks tertinggi (62,45), diikuti lingkungan (59,01), ekonomi (53,00), kebijakan (51,92), dan pemasaran (51,87). Berdasarkan hasil analisis SBMC disarankan peningkatan kapasitas pelaku usaha dan pembentukan kelembagaan yang dapat mengakses pembiayaan sekaligus sebagai off-taker menjadi solusi masalah produktivitas, standardisasi dan permodalan. Koperasi dapat menjadi model kelembagaan yang tepat serta dapat dikembangkan menjadi korporasi sesuai dengan Permentan No. 18 Tahun 2018. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v20i1.73-94
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Volatilitas harga daging dan telur ayam ras di Indonesia
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-12) Mubarok, Atikah Fajriyah; Setiadi, Agus; Komalawati; Wulandari, Suci; Yusuf, Eddy Supriadi
    Daging dan telur ayam ras merupakan komoditas pangan penting bagi ketahanan pangan dan gizi nasional. Volatilitas harga daging dan telur ayam ras berpotensi berpengaruh pada peningkatan inflasi pangan dan pendapatan peternak. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas harga daging dan telur ayam ras serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Data yang digunakan adalah harga harian daging dan telur ayam ras dari Juli 2017 sampai Oktober 2022. Analisis volatilitas harga menggunakan model ARCH/GARCH dan faktor-faktor yang memengaruhinya dikaji melalui grafik volatilitas harga. Hasil kajian mengestimasi harga daging ayam ras memiliki koefisien volatilitas sebesar 0,281 yang menunjukkan volatilitas rendah dan tidak berlangsung lama karena ketiadaan koefisien GARCH. Sementara itu, harga telur ayam ras memiliki koefisien volatilitas 0,028 dan persistensi 0,961 yang menandakan volatilitas rendah namun persisten dalam jangka panjang. Faktor yang memengaruhi volatilitas harga daging dan telur ayam ras diantaranya adalah karena kelebihan pasokan, keputusan peternak mengenai masa produktif ayam, hambatan produksi dan distribusi akibat musim hujan, kenaikan harga pakan dan DOC, permintaan tinggi pada hari-hari besar, dan gangguan rantai pasok saat pandemi Covid-19. Hasil analisis menujukkan bahwa upaya peningkatan koordinasi untuk mencegah kelebihan pasokan adalah memperkuat penjadwalan produksi dan memberikan insentif bagi peternak dalam menjaga stabilitas harga daging dan telur ayam. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i2.151-167

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback