Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Yuliantoro Baliadi"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pedoman Penerapan Rekomendasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Tanaman Kedelai di Indonesia
    (Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, 2008-12-13) Yuliantoro Baliadi; Wedanimbi Tengkano; Bedjo; Suharsono; Subandi
    Hingga tahun 2008, produksi kedelai nasional baru mampu memenuhi 35-40% kebutuhan dalam negeri. Pemenuhan kebutuhan nasional sebagian besar masih bersumber dari kedelai impor. Pada tahun 2007, impor kedelai telah mencapai 1,3 juta ton. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi kedelai dalam negeri melalui beberapa program terobosan, diantaranya Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Primatani) yang bertujuan untuk mempercepat diseminasi dan adopsi teknologi inovatif terutama yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dan rintisan Sekolah Lapang-Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai (SL-PTT Kedelai) yang bertujuan untuk mengembangkan PTT kedelai secara nasional pada tahun 2008. Beberapa teknologi inovatif yang telah dihasilkan meliputi varietas unggul berdaya hasil tinggi dan teknologi budidaya pendukungnya. Namun demikian seringkali hasil panen kedelai di tingkat petani masih di bawah potensi hasil varietas kedelai yang ditanam. Kegagalan untuk mempertahankan hasil panen tinggi salah satunya akibat petani kurang mampu mengendalikan kompleks hama yang menyerang pertanaman kedelai. Semenjak program swasembada kedelai pada tahun 1986 yang menekankan pada hasil tinggi, petani menganggap insektisida adalah salah satu sarana produksi utama. Anggapan tersebut terbukti menimbulkan masalah resistensi hama terhadap insektisida, resurjensi hama, peningkatan status satu jenis hama dan ledakan hama akibat punahnya musuh-musuh alami baik predator maupun parasitoid yang sebelumnya bertindak sebagai penyangga ekosistem. Pengendalian Hama Hama secara Terpadu (PHT) merupakan konsep pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan komponen pengendalian yang selaras, terbukti tidak hanya meningkatkan produksi kedelai tetapi juga pendapatan petani. Teknologi PHT melibatkan semua komponen yang berpeluang untuk menekan atau mencegah hama agar tidak mencapai ambang batas populasi merusak secara ekonomi (economic injury level/economic threshold). Kebanyakan komponen PHT bersifat pencegahan, yaitu varietas tahan, sanitasi, tanaman perangkap, tanam serentak, pergiliran tanaman, pendayagunaan musuh alami, dan aplikasi insektisida berdasarkan pada ambang ekonomi hama. Buku ini berbasis pada pedoman rekomendasi PHT Task-force Bappenas 1992-1994 yang sebagian besar merupakan hasil-hasil penelitian Pusat Penelitian iii dan Pengembangan Tanaman Pangan. Saya berharap buku pedoman ini dapat dijadikan acuan oleh institusi terkait di lingkup Departemen Pertanian dan dapat membantu masyarakat, pelajar, mahasiswa, petani, dan petugas pertanian di lapangan mengenai pengenalan hama kedelai, jenis hama pada setiap fase pertumbuhan tanaman kedelai dan bagaimana cara mengendalikannya dengan menerapkan prinsip-prinsip PHТ.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Penyakit Virus Belang Kacang Tanah (peanut Stripe Virus) dan Usaha Pengendaliannya
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN PANGAN MALANG, 1992-12-16) Nasir Saleh; Yuliantoro Baliadi
    Keberhasilan tanaman kacang tanah sangat ditentukan oleh kesehatan tanaman. Penyakit yang sering menjadi kendala produksi, selain bercak daun dan karat daun, adalah penyakit virus belang yang disebabkan oleh Peanut Stripe Virus. Peanut Stripe Virus (PStV) merupakan penyakit yang relatif baru di Indonesia. Pengenalan penyakit ini secara baik merupakan awal untuk pengendalian serangan penyakit ini. Penerbitan buku ini diharapkan dapat memberikan informasi untuk mengenali gejala, bentuk/tanda serangan dan cara penularan penyakit ini, sehingga pengendaliannya dapat dilaksanakan seawal mungkin. Usaha untuk mendapatkan varietas tahan terhadap PStV telah dilaksanakan secara ekstensif, namun dari sekitar 10.000 plasma nutfah kacang tanah yang diteliti tidak diperoleh satu pun yang bersifat tahan. Untuk sementara pengendalian secara kultur teknis tampaknya masih merupakan alternatif terbaik. Dalam buku ini dibahas berbagai aspek yang berkaitan dengan pengendalian virus belang. Kepada para peneliti yang secara aktif menangani penelitian virus belang sehingga diperoleh informasi dalam bentuk publikasi buku ini, disampaikan penghargaan. Juga kepada penyunting disampaikan terima kasih. Semoga informasi dalam buku ini bermanfaat untuk peningkatan produksi kacang tanah di Indonesia.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Tanaman Pangan Fungsional Kaya Antioksidan
    (IAARD Press, 2020-10-15) Made J. Mejaya; Haris Syahbuddin; Yuliantoro Baliadi; Agus W. Anggara; Ronald Hutapea; Erliana Ginting; Febria C. Indriani; M. Muclish Adie; Muchdar Soedarjo; Yudi Widodo; Joko S. Utomo; Bambang S. Koentjoro; M. Yasin H.G.; Nur Richana; S Joni Munarso
    Kita tentu pernah mendengar sebuah frasa “You are what you eat”. Ini bukan sebuah peribahasa, tetapi fakta bahwa apa yang kita makan akan merepresentasikan diri kita. Sejak digaungkan melalui sebuah buku (victor Lindlahr, 1940), frasa ini seolah menjadi sebuah gaya hidup baru, yaitu gaya hidup sehat. Masyarakat konsumen tidak cukup dengan ketersediaan pangan, tetapi pangan harus berkualitas, aman dan berkontribusi dalam menjaga kesehatan tubuh. Sejak itu pula muncul istilah pangan fungsional, yaitu pangan yang mempunyai kandungan komponen aktif yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Merespon tren permintaan masyarakat sebagai konsumen pangan, sejumlah riset untuk menyediakan bahan pangan yang bersifat fungsional banyak dilakukan, salah satunya oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Cakupan riset pangan fungsional tersebut meliputi tuntutan kandungan gizi yang lebih baik, kadar antioksidan tinggi, kadar zat besi, zinc maupun iodium tinggi, rendah indeks glikemik, dan sebagainya. Pangan fungsional beberapa tahun terakhir banyak dibahas, dikaji dan dibukukan oleh peneliti maupun peminat. Pangan fungsional yang terkandung di tanaman pangan, yang hari-hari di konsumsi, belum banyak di bahas. Pangan fungsional pada beras, jagung, kedelai dan ubi jalar terutama sifat antioksidannya belum banyak dibukukan. Kemajuan teknologi pangan, meliputi pemuliaan, budidaya tanaman, dan pengolahan hasil, membuat tanaman pangan khususnya padi, jagung, kedelai dan ubi jalar dapat menghasilkan tanaman yang tangguh, produktif dan mempunyai pangan fungsional tinggi, Buku ini yang membahas tentang tanaman pangan fungsional kaya antioksidan, akan membuka pandangan yang mengantar kita lebih mudah memahami perkembangan teknologi maju. Buku ini menyajikan perkembangan terkini hasil riset pangan fungsional, khususnya dari kelompok tanaman pangan (padi, jagung, kedelai, dan aneka umbi), yang dapat berperan sebagai sumber antioksidan yang tinggi. Berbagai isu terkait disampaikan mengalir dalam buku ini, mulai dari situasi umum produksi pangan, cakupan pangan fungsional, perolehan varietas tanaman pangan yang kaya antioksidan, hingga kemajuan teknik pemuliaan, budidaya dan pengolahan untuk tanaman pangan spesifik ini. Buku ini sangat bermanfaat bagi peneliti, penyuluh, mahasiswa, petani atau mereka yang menaruh perhatian dan ingin memperluas wawasannya tentang pangan fungsional.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback