Browsing by Author "Yogana Saragih, A.Md.P"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemDigitalisasi Pelayanan Agroeduwisata Berbasis QR C(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Yogana Saragih, A.Md.PPenyampaian informasi secara manual pada kawasan agroeduwisata sering kali memiliki keterbatasan dalam menjangkau pengunjung secara interaktif dan efisien. Inovasi ini bertujuan untuk mentransformasi pelayanan agroeduwisata konvensional menjadi layanan digital yang interaktif berbasis QR Code di kawasan Teaching Factory SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru. Melalui teknologi ini, pengunjung dapat dengan mudah mengakses informasi digital komprehensif berupa teks, gambar, hingga video hanya dengan memindai QR Code yang tersedia. Tahapan implementasi (best practice) mencakup: (1) identifikasi objek edukasi, (2) penyusunan konsep konten digital, (3) pembuatan kode QR, (4) integrasi dengan kegiatan edukasi, serta (5) pemantauan dan pembaruan informasi secara berkala. Keunggulan utama dari teknologi ini adalah kemudahannya dalam menyajikan informasi secara cepat, mendukung sistem pembelajaran berbasis digital, serta fleksibilitas pembaruan konten tanpa perlu mengganti media fisik. Di samping itu, inovasi ini efisien dari segi biaya karena dapat memanfaatkan aplikasi pembuat QR Code gratis. Kendati memerlukan kesiapan perangkat smartphone pengunjung dan ketergantungan pada jaringan internet, digitalisasi pelayanan ini efektif meningkatkan kualitas edutainment dan modernisasi pengelolaan kawasan agroeduwisata.
- ItemPengembangan Kawasan Agroeduwisata Berbasis Teknologi Pertanian(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Yogana Saragih, A.Md.POptimalisasi fungsi lahan pertanian sekolah sebagai sarana edukasi sekaligus destinasi wisata merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual. Penelitian/inovasi ini bertujuan untuk mengembangkan kawasan agroeduwisata terpadu berbasis teknologi pertanian di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru. Kawasan ini mengintegrasikan penerapaan Good Agricultural Practices (GAP), teknologi pembibitan modern, serta digitalisasi promosi dan penyebaran informasi melalui media sosial (Instagram, Facebook, dan TikTok). Metodologi pengerjaan (best practice) mencakup perencanaan dan analisis potensi lahan, penerapan teknik GAP sebagai sarana praktik peserta didik dan edukasi pengunjung, hingga pengelolaan lingkungan yang mengacu pada prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Hasil pengembangan menunjukkan bahwa kawasan agroeduwisata ini berhasil menggabungkan fungsi pendidikan, produksi pertanian, kewirausahaan, dan kebersihan lingkungan dalam satu kawasan terintegrasi. Meskipun memerlukan biaya investasi awal serta perawatan rutin, inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya guna lahan pertanian dan memberikan pengalaman belajar berbasis praktik (experiential learning) bagi siswa maupun pengunjung.