Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Wibawan, I Wayan T."

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengaruh Pemberian Kolistin Sulfat terhadap Penambahan Berat Badan Broiler
    (Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2019) Palupi, Maria Fatima; Maheshwari, Hera; Darusman, Huda S.; Sudarnika, Etih; Wibawan, I Wayan T.; Atikah, Neneng
    Kolistin termasuk dalam golongan obat polimiksin (polymyxin), tepatnya dikenal sebagai polimiksin E. Golongan ini bekerja dengan cara merusak membran sel bakteri, terutama bakteri Gram-negatif. Kolistin biasanya digunakan sebagai antibiotik lini terakhir (last-resort) untuk infeksi bakteri yang sudah resisten terhadap banyak antibiotik lain, karena penggunaannya memiliki risiko efek samping, terutama pada ginjal (nefrotoksisitas) dan saraf (neurotoksisitas). Penggunaan antimikrob, khususnya antibiotic sebagai pemacu berat badan telah banyak dilarang diberbagai negara. Hal ini berkenaan dengan meningkatnya kasus resistansi pada bakteri. Tulisan ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kolistin sulfat dengan dosis pemacu pertumbuhan terhadap broiler. Hewan coba pada percobaan ini menggunakan 54 ekor broiler strain Cobb umur satu hari yang dibagi menjadi tiga kelompok masing-masing 18 ekor dan dipelihara selama 40 hari. Kelompok pertama adalah kelompok control dan tidak diberikan kolistin sulfat dalam pakan ataupun minum. Kelompok kedua diberikan kolistin sulfat dengan dosis tertentu. Hasil pengamatan menunjukkan setelah 40 hari pemberian kolistin sulfat tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan pada penambahan bobot badan ayam pada kandang yang memiliki biosekuriti baik. Tulisan ini semakin menguatkan keputusan pemerintah dalam hal pelarangan penggunaan kolistin sulfat sebagai pemacu pertumbuhan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Resistensi Escherichia Coli Akibat Pemberian Kolistin Sulfat Secara In Vitro
    (Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2019) Palupi, Maria Fatima; Wibawan, I Wayan T.; Maheshwari, Hera; Darusman, Huda S.; Sudarnika, Etih
    Isu resistansi sudah menjadi trending topik di dunia kesehatan manusia dan hewan, sehingga dalam tren saat ini munculah isu yang disebut one health. Dalam artikel ini Escherichia coli NIHJ dan E.coli ATCC 25922 digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian antibiotik. Antibiotik yang digunakan adalah Kolistin. Kolistin sendiri adalah tipe obat yang salah penting bagi manusia karena polimiksin dapat menjadi satu-satunya terapi yang ada untuk mengatasi infeksi yang berhubungan dengan multidrug-resistant Acinetobacter species, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacteriaceae multidrug-resistant carbapenemase. Sifat kolistin sendiri tidak mudah terserap oleh saluran pencernaan, sehingga menjadi penting untuk mengethui tingkat kebermanfaatan obat ini. Hasil dari penelitian ini memaparkan kolistin sulfat berada dibawah nilai KHM secara terus-menerus dan bertingkat dapat memicu pertumbuhan E.coli menjadi resistan terhadap Kolistin sulfat.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback