Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Wahyono, Tri Eko"

Now showing 1 - 16 of 16
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    AGROWIDYAWISATA PENELITIAN PERTANIAN CIMANGGU, BOGOR SEBAGAI WADАН РЕМBELAJARAN SISWA/MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM : Warta balittro No. 55 Tahun 2010
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2010-06-01) Wahyono, Tri Eko
    Pengembangan Kawasan Agrowidyawisata Penelitian Pertanian Cimanggu bertujuan untuk pelaksanaan fungsi diseminasi hasil karya Badan Litbang Pertanian, dan untuk menyediakan alternatif tempat wisata pertanian bagi masyarakat umum lainnya dengan menyajikan sarana dan prasarana penelitian sebagai objek wisata. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati (biodiversity) nomor tiga terbesar di dunia. Kekayaan alam yang melimpah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber plasma nutfah/genetik dan atau sebagai areal wisata. Demikian pula dengan kondisi tanah dan iklim yang beragam, peluang untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian pun semakin besar melalui penerapan sistem pengelolaan lahan yang sesuai. Hal ini tercemin pada berbagai teknologi pertanian lokal yang berkembang di masyarakat dengan cara menyesuaikannya dengan tipologi lahan. Keunikan-keunikan tersebut merupakan aset yang dapat menarik bangsa lain untuk berkunjung/ berwisata ke Indonesia.
  • No Thumbnail Available
    Item
    APLIKASI BEBERAPA STRAIN Beauveria bassiana TERHADAP Helopeltis antonii Sign PADA BIBIT JAMBU METE
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Atmaja, Warsi Rahmat; Wahyono, Tri Eko; Dhalimi, Azmi
  • No Thumbnail Available
    Item
    Aplikasi Beberapa Strain Beauveria bassiana terhadap Helopeltis antonii Sign pada Bibit Jambu Mete
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Atmaja, Warsi Rahmat; Wahyono, Tri Eko; Dhalimi, Azmi
    Penelitian dilakukan di Laboratorium dan Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), mulai Mei sampai Agustus 2005. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh strain dan konsentrasi B. bassiana yang efektif terhadap H. antonii pada bibit jambu mete. Sebagai perlakuan, B. Bassiana terdiri dari strain Leptocorisa, Lophobaris, dan Hipothenemous, dan konsentrasi masing-masing strain adalah 104 , 106 , dan 108 serta kontrol. Aplikasi dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan B. bassiana sesuai dengan konsentrasi masing-masing perlakuan yang diuji. Infestasi masing-masing 10 ekor serangga dewasa H. antonii pada setiap perlakuan dilakukan sesaat setelah aplikasi. Pengamatan dilakukan setiap hari dengan menghitung tingkat kematian H. antonii. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. bassiana strain Lophobaris konsentrasi 106 dan 108 , strain Leptocorisa 104 , 106 , dan 108 , strain Hipothenemous 106 dan 108 efektif terhadap H. antonii. Tingkat kematian tertinggi H. antonii pada masingmasing strain B. bassiana berturut-turut 100; 96,66; dan 100%.
  • No Thumbnail Available
    Item
    BUAH KEPEL (Stelechocarpus burahol) : Warta balittro No. 55 Tahun 2011
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-06-01) Wahyono, Tri Eko
    Buah Kepel (Stelecho- B carpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson) termasuk famili Annonaceae biasa dikenal sebagai kepel (Kepel Apple (Inggris); kecindul, kepel (Jawa); kecindul (Sunda)) merupakan pohon asli Asia Tenggara meskipun akhir-akhir ini mulai ditanam di beberapa tempat di Australia. Pohon kepel merupakan pohon yang tingginya dapat mencapai 21 m dengan diameter batang mencapai 40 cm (Gambar 1). Pohon kepel mempunyai banyak cabang yang keluar batang utamanya yang lurus dan besar. Pohon kepel biasanya mudah dikenal dari letak buahnya yang keluar dari batang pohon (Gambar 2). Bunganya bergerombol keluar dari batang pohon. Bunga yang telah dibuahi menjadi buah yang bergerombol, berwarna hijau pada saat sangat muda, kemudian berubah menjadi coklat tua dan berbentuk bulat dengan diameter yang bervariasi 5-7 cm. Musin panen kepel bervariasi antar daerah.
  • No Thumbnail Available
    Item
    EFEKTIVITAS PATOGEN SERANGGA SEBAGAI AGENSIA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN Maenas maculifascia PADA TANAMAN YLANG-YLANG (Canangium odoratum)
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, ) Atmadja, Warsi Rahmat; Wahyono, Tri Eko; Tarigan, Nurbetti
  • No Thumbnail Available
    Item
    HАMA РERUSAK DAUN JAMBU METE, Pagodiella sp. DAN PENGENDALIANNYA DI KEBUN PERCOBAAN CIKAMPEK JAWA BARAT : Warta balittro Vol 32, No. 63 Juni 2015
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-06-01) Wahyono, Tri Eko; Wiratno
    Berbagai jenis serangga hama telah diketahui menyerang tanaman jambu mete. Baru-baru ini terdapat serangan ulatkantung di Kebun Percobaan Cikampek, Jawa Barat pada koleksi plasma nutfah jambu mete. Hama ini memakan daun-daun muda dan tua pada jambu mete, mengakibatkan tanaman menjadi gundul dan dapat mengurangi produksi tanaman jambu mete. Ulat kantung ini telah diidentifikasi di LIPI Cibinong dengan nama sebagai Pagodiella sp. (Lepidoptera: Psychidae).
  • No Thumbnail Available
    Item
    Keefektifan Piretrum, Mimba, Beuaveria bassiana dan Metarhizium ansopliae Terhadap Wereng Coklat (Nilaparva lugens Stal.)
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-05) Kardinan, Agus; Wahyono, Tri Eko; Tarigan, Nurbeti
    Wereng coklat merupakan masalah dalam budidaya tanaman padi karena sering mengakibatkan gagal panen. Pengendalian dengan insektisida sintetis berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan insektisida nabati (piretrum dan mimba) dan insektisida hayati (Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae) terhadap wereng coklat. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Entomologi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor tahun 2017. Penelitian terdiri atas 2 kegiatan yaitu efektifitas insektisida nabati dan hayati terhadap mortalitas wereng coklat dan penularan insektisida hayati secara horizontal. Formula insektisida nabati yang diuji adalah (1) piretrum I (5 ml.l-1air ), (2) piretrum II (5 ml.l-1air ), (3) mimba I (20 ml.l-1air ), (4) mimba II (20 ml.l-1air ), (5) insektisida sintetis (karbosulfan) (2 ml.l-1air ) dan(6) kontrol (air). Perlakuan insektisida hayati yang diuji adalah (1) Bb (semprot, 2,5 ml/tanaman), (2) Bb (granul, 5 g/pot), (3) Ma (semprot, 2,5 ml/tanaman), (4) Ma(granul, 5 g/pot) dan (5) kontrol. Perlakuan daya tular horizontal terdiri atas perbandingan wereng terinfeksi : sehat yaitu 1 : 10; 2 : 10; 3 : 10; 4 : 10. Insektisida nabati piretrum dan mimba dapat menekan populasi wereng coklat berturut turut 85-87 % dan 60-70 %. B. bassiana mampu menekan populasi wereng sekitar 18,2 %, lebih baik dari M. anisopliae (5,6 %). Aplikasi dengan penyemprotan lebih baik dari bentuk granul. Penggunaan insektisida hayati tidak menunjukkan daya tular horizontal pada wereng sehat. Insektisida nabati (piretrum dan mimba) lebih prospektif dalam mengendalikan wereng coklat daripada insektisida hayati (B. bassiana dan M. anisopliae).
  • No Thumbnail Available
    Item
    Keefektifan Piretrum, Mimba, Beuaveria bassiana dan Metarhizium ansopliae Terhadap Wereng Coklat (Nilaparva lugens Stal.)
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-05) Kardinan, Agus; Wahyono, Tri Eko; Tarigan Nurbeti
    Wereng coklat merupakan masalah dalam budidaya tanaman padi karena sering mengakibatkan gagal panen. Pengendalian dengan insektisida sintetis berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan insektisida nabati (piretrum dan mimba) dan insektisida hayati (Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae) terhadap wereng coklat. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Entomologi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor tahun 2017. Penelitian terdiri atas 2 kegiatan yaitu efektifitas insektisida nabati dan hayati terhadap mortalitas wereng coklat dan penularan insektisida hayati secara horizontal. Formula insektisida nabati yang diuji adalah (1) piretrum I (5 ml.l-1air ), (2) piretrum II (5 ml.l-1 air ), (3) mimba I (20 ml.l-1air ), (4) mimba II (20 ml.l-1air ), (5) insektisida sintetis (karbosulfan) (2 ml.l-1air ) dan (6) kontrol (air). Perlakuan insektisida hayati yang diuji adalah (1) Bb (semprot, 2,5 ml/tanaman), (2) Bb (granul, 5 g/pot), (3) Ma (semprot, 2,5 ml/tanaman), (4) Ma (granul, 5 g/pot) dan (5) kontrol. Perlakuan daya tular horizontal terdiri atas perbandingan wereng terinfeksi : sehat yaitu 1 : 10; 2 : 10; 3 : 10; 4 : 10. Insektisida nabati piretrum dan mimba dapat menekan populasi wereng coklat berturut turut 85-87 % dan 60-70 %. B. bassiana mampu menekan populasi wereng sekitar 18,2 %, lebih baik dari M. anisopliae (5,6 %). Aplikasi dengan penyemprotan lebih baik dari bentuk granul. Penggunaan insektisida hayati tidak menunjukkan daya tular horizontal pada wereng sehat. Insektisida nabati (piretrum dan mimba) lebih prospektif dalam mengendalikan wereng coklat daripada insektisida hayati (B. bassiana dan M. anisopliae).
  • No Thumbnail Available
    Item
    MANFAAT PEGAGAN SEBAGAI HERBAL AWET MUDA, PANJANG UMUR DAN MENCEGAH PIKUN : Warta balittro No. 55 Tahun 2011
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-06-01) Wahyono, Tri Eko
    Pegangan (Centella asiatica (L) Urban) atau Hydrocotyle asiatica L. merupakan herba tropis kosmopolit, termasuk suku Umbelliferae (Apiaceae). Di pulau Jawa tumbuhan ini terdapat di daerah dataran rendah sampai daerah pegunungan dengan ketinggian sampai lebih kurang 2.500 dpl., pada tanah yang lembab di bawah sinar matahari langsung atau agak terlindung (Heyne., 1950 dalam Agil M., 1992). Penggunaan pegagan sebagai obat tradisional di Jawa diperkirakan sudah sejak jaman dulu dan ramuan jamu dengan daun pegagan sebagai salah satu komponennya untuk diuretikum dapat ditemukan dalam buku "Serat Kawruh Bab Jampi-jampi Jawi" yang di tulis sekitar tahun 1831. (Notonagoro., 1960 dan Anonim., 1985. dalam Agil M., 1992).
  • No Thumbnail Available
    Item
    MENGGALI POTENSI SUMBER MATA AIR DI KEBUN PERCOBAAN CIMANGGU BALITTRO MENDUKUNG PERBENIHAN METE DAN CENGKEH YANG BERKUALIT : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017AS
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Wahyono, Tri Eko; Dipl, SP. PG; Kusniadi, Moch.
    K ebun Percobaan Cimanggu, adalah salah satu kebun ke dua tertua setelah Kebun Raya di kota Bogor, dibawah pertanggung jawaban Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, dengan kelengkapan plasma tanaman tahunan cukup beragam yang berjumlah 349 jenis dan 2215 aksesi dengan usia bervariasi sampai di atas 50 tahun. Tahun 2017 yang lalu Kebun Percobaan Cimanggu Balittro mendapat tugas untuk mendukung perbenihan Nasional yaitu pengembangan benih mete dan cengkeh yang berkualitas. Berbagai sarana dan prasarana pendukung telah dibuat sesuai standar yang telah ditentukan antara lain benih yang bervarietas unggul, persemaian, rumah pembibitan dan pemeliharaan. Pemeliharaan merupakan salah faktor keberhasilan dalam perbenihan yang berkualitas baik seperti penyiangan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan penyiraman. Ketersedian air merupakan komponen penting dalam pemeliharaan benih yang sudah tumbuh dengan baik sehingga ketersedian air harus perlu diperhatikan. Ketersedian air di Kebun Percobaan Cimanggu bisa dibilang melimpah dan sudah dimanfaatkan untuk pengairan dan air minum. Karena itu, ada banyak cara yang dilakukan agar air tersebut tidak terbuang percuma. Misalnya seperti membuat dam, bendungan, embung, dan waduk. Pemanfaatan sumber mata air di Kebun Percobaan Cimanggu menjadi salah satu komponen utama dalam penyedian air yang dimanfaatkan sebagai pemeliharaan khususnya penyiraman tanaman berikut pemanfaatan air yang sudah dilakukan adalah:
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pemuliaan Pala : Sejarah, Sosial Ekonomi, dan Prospek Pengembangan
    (IAARD Press, 2016-05-10) Wahyuni, Sri; Bermawie, Nurliani; Purwiyanti, Susi; Syahid, Siti F.; Kristina, Natalini N.; Arlianti, Tias; Wahyudi, Agus; Pribadi, E.R; Nasrun; Wahyono, Tri Eko; Balittro
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENDAPAT PARA PAKAR TERHADAP LEDAKAN ULAT BULU DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA : Warta balittro No. 55 Tahun 2011
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-06-01) Wahyono, Tri Eko
    Serangan ulat bulu beberapa waktu terakhir ini menjadi berita utama di tanah air dan menjadi isu nasional, ulat ini menyerang tanaman mangga di Probolinggo, Jawa Timur dan di beberapa daerah lokasi lainnya antara lain Bеkasi, Jombang, Kendal, Banten, Jakarta, Sumatera, Bali, Kalimantan, Mojokerto, Jombang, Malang, Kendal dan akhir-akhir ini di Pacitan. Hasil identifikasi LIPI terdapat empat jenis ulat bulu yang menyerang di Probolinggo dan Yogyakarta yaitu Arctornis riquata yang paling dominan dan sudah dicatat sejak 1984, Hymantria Beatrix, Spahraegidus virguneula dan Orygya postica (Bambang Prasetya, 2011), sedangkan menurut Agus Kardinan pakar entomologi dari peneliti hama Balittro ulat yang mendominasi di Probolinggo adalah dari keluarga Lymantriidae, dengan dua spesies yang dominan yaitu Arctornis submarginata dan Lymantria marginata, namun dari kedua spesies ini terdapat satu spesies yang unik dan merupakan spesies khas dan spesifik Probolinggo (hingga saat ini belum ditemukan di wilayah lain), yaitu Arctornis submarginata. Berbagai laporan menyebutkan bahwa hasil identifikasi ulat bulu yang menyerang umumnya dari keluarga Lymantriidae. menyatakan ulat ini umumnya menyerang banyak tanaman tahunan dan semak, meskipun juga dapat hidup pada tanaman bukan inangnya tetapi tidak mampu berkembang dengan baik. Dari keluarga ulat lain yang juga berbulu dan dilaporkan ditemui ada di beberapa daerah adalah Arctiidae yang ditemukan di pohon kenanga (Maenas maculifascia Walker) dan Cricula trifenestrata (Saturniidae) pada pohon jambu mete dan kedondong. Peneliti pakar serangga jurusan hama dan penyakit tumbuhan fakultas pertanian UGM menyatakan terdapat dua jenis spеsies ulat bulu yang menyerang pohon mangga di Probolinggo, yaitu Arctornis sp. dan Lymantria atemeles Collenette.
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH CASHEW NUT SHELL LIQUID (CNSL) TERHADAP MORTALITAS HELOPELTIS ANTONII SIGN PADA BIBIT JAMBU METE
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2006) Atmadja, Warsi Rahmat; Wahyono, Tri Eko
  • No Thumbnail Available
    Item
    SAMBILOTO SI PAHIT BERKHASIAT MULTI MANFAAT : Warta balittro No. 55 Tahun 2011
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-06-01) Wahyono, Tri Eko
    T setiap jenis tumbuhan (flora) yang produk atau bagian tubuh organnya dapat digunakan atau memiliki khasiat sebagai obat atau bahan baku obat. Banyak diantara tumbuhan yang masuk kelompok ini memiliki fungsi ganda, seperti untuk keperluan makanan dan minuman, penyegar dan aromatik, selain untuk obatobatan (Wahid P., 1998). Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan salah satu tanaman di antara 20 jenis dari marga Andrographis yang tumbuh di Asia tropika. Jenis ini termasuk dalam suku Acanthaceae (jerujujerujuan). Di Indonesia, sambiloto umumnya belum banyak dibudidayakan. Sambiloto tumbuh pada ketinggian 1 m - 1.600 m dpl. Umumnya tumbuh di semak belukar, tepi jalan, di bawah tegakan pohon jati atau Pemanfaatan sebagai bahan obat tradisional terutama oleh masyarakat Jawa dalam resep ramuan obat tradisional untuk berbagai keperluan seperti: mengobati gigitan serangga dan ular berbisa, disentri, kencing manis, penyakit kelamin, radang usus buntu, darah kotor, gatal-gatal, eksema, radang tonsil, borok, dan keracunan makanan (Anonimous., 1986 dalam Rahayu., 1998).
  • No Thumbnail Available
    Item
    SELAYANG PANDANG PENGEMBANGAN PALA DI DESA TREMAN, KЕСАМATAN KAUDITAN, KABUPATEN MINAHASA UTARA : Warta balittro no 59 tahun 2013
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-06-01) Wahyono, Tri Eko; Sukmana, Cucu
    Pala merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Utara. Salah satu sentra produksi terdapat di kecamatan Kauditan-Minahasa Utara. Pala dari daerah ini disebut sebagai pala siau yang banyak diminati oleh eksportir dari negara-negara Eropa karena mempunyai aroma yang sangat khas dan telah diakui pasar internasional yang dikenal dengan istilah siau nutmeg. Berbagai kendala dihadapi petani pala di daerah ini, antara ain dalam budi daya, pascapanen, dan pemasaran.
  • No Thumbnail Available
    Item
    SOROPADAN AGRO EXPO V 2011 INDONESIA AGROTECH OUTDOOR EХРО Soropadan 1 - 5 Juli 2011 - Jawa Tengah : Warta Balittro No. 56 Tahun 2011
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-12-01) Wahyono, Tri Eko
    Pemerintah Propinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Soropadan Agro Expo V-2011 di kawasan agrowisata dan Sub Terminal Agribisnis (STA) Soropadan, Pringsurat Temanggung, Jawa Tengah pada tanggal 1-5 Juli 2011. Pembukaan acara ini dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MM, yang pada sambutannya Menteri Pertanian mengatakan bahwa Soropadan Agro Expo V 2011 sebagai ajang promosi produk-produk unggulan yang berwawasan ke depan, mengangkat serta menggarap potensi agro nusantara dalam upaya menembus pasar global. Sambutan gubernur Jawa Tengah Bapak H. Bibit Waluyo" Soropadan Agro Expo (SAE) dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk menciptakan peluang pembangunan pasar komoditas agro, karena expo di bidang agro dirasa masih sangat kurang dan sementara ada anggapan bahwa expo di bidang agro kurang menarik dan tidak menguntungkan bagi penyelenggaranya. Sesuai dengan gerakan "Bali Deso mBangun nDeso" bahwa SAE diharapkan mampu menjembatani dalam" membangun Sapta Usaha Tani Pemberdayaan UMKM dan Industri Padat Karya yang menjadi misi kedua Jawa Tengah Tahun 2008- 2013. Menyadari peran penting agribisnis dalam pembangunan ekonomi Jawa Tengah dewasa ini dan prospek masa depan, di Jawa Tengah terus dikembangkan potensi agribisnis melalui penggalangan kerjasama dengan berbagai pihak, di bidang produksi, pemasaran investasi maupun teknologi.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback